Suara Ponorogo - Rendahnya minat masyarakat dalam menyekolahkan anak-anak mereka di Sekolah Dasar (SD) negeri di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, telah menyebabkan ratusan SD mengalami kekurangan siswa.
Bahkan dari Data Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo tercatat dari 558 SDN, hanya 11 sekolah yang pagunya terpenuhi. Dampak dari fenomena ini adalah penurunan kualitas pendidikan dan kekhawatiran terhadap masa depan generasi muda.
pengamat pendidikan dari Institut Agama Islam Sunan Giri (Insuri) Murdiyanto, memberikan respons terkait rendahnya minat masyarakat dalam menyekolahkan anak-anak mereka di SD negeri.
"Kinerja layanan pendidikan utamanya terletak pada SDM pendidik dan tenaga kependidikan. Saya kira perlu penguatan SDM, pembaruan semangat, energi yang lebih muda," kata Insuri Murdiyanto.
Ia menekankan pentingnya memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pendidikan untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal.
Lebih lanjut, Murdiyanto menyebutkan bahwa berbagai kebijakan inovasi kurikulum dan sejenisnya adalah faktor yang saling melengkapi, tetapi faktor SDM tetap menjadi faktor utama.
"Kurikulum sekali lagi adalah faktor yang melengkapi, dan kurikulum yang abadi terletak pada keteladanan, inspirasi, dan kompetensi guru. Banyak institusi yang bertahan dan sukses melintasi zaman, dan kunci keberhasilan terletak pada kemampuan mereka untuk menjaga SDM agar tetap adaptif," ungkapnya.
Dosen PascaSarjana tersebut menjelaskan bahwa jika fokus hanya pada kurikulum, maka kemungkinan terjadinya guncangan disrupsi akan semakin cepat dan berpotensi mengakibatkan perubahan kurikulum yang sering.
"Kurikulum sekali lagi adalah faktor yang melengkapi untuk membangun kepercayaan publik dan memberikan layanan pendidikan yang terpercaya," tambahnya.
Rendahnya minat masyarakat dalam menyekolahkan anak-anak mereka di SD negeri di Ponorogo menunjukkan adanya perhatian yang lebih besar terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Dalam hal ini, pemerintah dan semua pihak terkait diharapkan dapat bekerja sama untuk meningkatkan minat masyarakat, meningkatkan kualitas SDM pendidik, dan merancang strategi pendidikan yang komprehensif.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa generasi muda Ponorogo mendapatkan pendidikan berkualitas dan mampu membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Weverton: Timnas Brasil Jangan Sombong dan Turunkan Ego Kalau Mau Juara Piala Dunia 2026
-
Sepultura Umumkan Konser Terakhir, Tutup Sejarah Empat Dekade Perjalanan di Brazil
-
Suamiku Lukaku: Ketika 'Suami Idaman' Justru Menjadi Mimpi Buruk di Balik Pintu Rumah
-
Ulasan Film Sekawan Limo 2: Komedi Receh Jawa Timur yang Sangat Menghibur
-
Capaian CKG Kalbar Baru 2,6 Persen, Pemprov Perkuat Deteksi Dini Penyakit
-
Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan
-
Intelijen Endus Gerakan Politik di Sulsel, Kapolda Perintahkan Siaga Penuh
-
Link Live Streaming Peluncuran Xiaomi 17T Series: Chip Kencang, Bersiap ke Asia Tenggara
-
Mengatur Pola Pikir Bantu Tingkatkan Keinginan Berolahraga
-
Anime Baki-Dou Part 2 Umumkan Tayang 18 Juni, Duel Musashi Makin Brutal