Suara Ponorogo - Kebakaran lahan terjadi di Guhung Prahu, sebuah desa di Kecamatan Balong, Ponorogo, pada Senin (3/7/21), sekitar pukul 18.30 WIB.
Kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh puntung rokok yang tidak sengaja terbuang sembarangan. Menurut Kepala Desa setempat, Rudi Sugiharto, ini merupakan kejadian pertama kali dalam tiga tahun terakhir di wilayah Gunung Tatung.
Rudy mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut diduga bermula dari seorang perokok yang sembarangan membuang puntung rokok.
"Kami menduga bahwa kebakaran ini disebabkan oleh puntung rokok yang tidak dipadamkan dengan benar. Sebelumnya, selama tiga tahun terakhir, wilayah Gunung Tatung tidak pernah mengalami musibah kebakaran seperti ini," ungkap Rudi
Setelah kebakaran terjadi, upaya pemadaman dilakukan oleh warga setempat dengan dibantu oleh aparat keamanan dan petugas pemadam kebakaran. Namun, suhu api yang sangat panas membuat upaya pemadaman secara manual menjadi sulit. Warga berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan api yang terus membesar.
Luas total area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 50 hektar, tetapi yang terbakar saat ini baru sekitar 3 hektar lahan. Namun, karena kondisi cuaca yang terik dan banyaknya pohon dan daun kering, ada kemungkinan luas kebakaran ini terus meluas.
Mengingat adanya pemukiman penduduk di sekitar kawasan yang terbakar, upaya pemadaman dilakukan dengan segera agar tidak berdampak negatif pada pemukiman tersebut.
Hingga saat ini, petugas pemadam kebakaran masih terus berupaya memadamkan api yang menjalar. Kebakaran lahan merupakan masalah serius yang berdampak negatif bagi lingkungan, ekosistem, dan kesehatan manusia.
Oleh karena itu, peran serta semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga individu, sangatlah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran lahan di Indonesia.
Baca Juga: Politisi PDIP Ramai-ramai Serang Bobby Nasution, Relawan Siap Pasang Badan
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Tuchel Tegas: Pemain Egois Tak Pantas Bela Inggris di Piala Dunia, Sindir Siapa?
-
Puasa Sebelum Iduladha Berapa Hari? Panduan Lengkap Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah
-
Mohamed Salah Pecahkan Rekor Assist Steven Gerrard di Liverpool
-
Kata-kata Bruno Fernandes usai Pecahkan Rekor Assist Liga Inggris
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Tegaskan Harry Kane Bertahan, Bos Bayern Munich: Lagi Pula Barcelona Tidak Punya Uang
-
Timnas Iran Tinggalkan AS Jelang Piala Dunia 2026, Faktor Keamanan Jadi Sorotan
-
Kemiskinan Ekstrem Jatim Tersisa 0,29%, Gubernur Khofifah: Bukti Intervensi Kesejahteraan Masyarakat
-
Jadwal MotoGP Mugello 2026: Tuan Rumah Ducati Krisis Pembalap karena Cedera
-
5 Tips Memakai Cushion agar Hasil Tidak Cakey, Makeup Tetap On Point Seharian