Suara Ponorogo - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Tahun Ajaran 2023-2024 di Kabupaten Ponorogo menjadi sorotan setelah terungkap bahwa ratusan Sekolah Dasar (SD) Negeri di wilayah tersebut belum memenuhi pagu siswa yang ditentukan.
Data dari Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo menunjukkan bahwa dari total 558 SDN di kabupaten tersebut, hanya 11 sekolah yang berhasil memenuhi pagu siswa yang ditetapkan.
Kepala Dindik Ponorogo, Nurhadi Hanuri, mengungkapkan kekhawatiran terhadap banyaknya SD Negeri yang belum dapat memenuhi pagu siswa yang diharapkan.
Nurhadi menjelaskan bahwa Dindik Ponorogo terus mendorong sekolah-sekolah negeri tersebut untuk berupaya keras memenuhi pagu siswa dalam rangka memastikan proses pendaftaran berlangsung hingga dimulainya pembelajaran.
"Kita terus mendorong sekolah yang belum memenuhi pagu tersebut untuk merekrut siswa dari masyarakat yang belum mendapatkan sekolah tempat mereka belajar," ujar Nurhadi kepada ponorogo.suara.com
Pendaftaran untuk PPDB dilakukan secara offline, dimana masyarakat dapat langsung mengunjungi sekolah yang ingin dituju dan masih memiliki kuota kosong. Apabila pendaftaran secara online ditutup, maka pendaftaran melalui jalur zonasi atau jalur lainnya tidak akan berlaku.
"Niat kami adalah untuk mengakomodasi masyarakat yang masih belum terakomodasi melalui jalur zonasi atau jalur lainnya. Mereka dapat diterima secara langsung karena masih ada kekurangan siswa. Hal ini juga dilakukan untuk mensukseskan program pemerintah wajib belajar 12 tahun," tambah Nurhadi.
Pihak Dindik Ponorogo berharap bahwa upaya yang dilakukan ini dapat membantu menyelesaikan masalah kekurangan siswa di sejumlah SD Negeri di wilayah tersebut. Diharapkan pula agar proses pendaftaran dapat berjalan lancar dan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Sampai saat ini, Dindik Ponorogo belum memberikan informasi mengenai langkah konkret yang akan diambil jika kekurangan siswa pada SD Negeri tetap tidak terpenuhi. Masyarakat dan pihak terkait diharapkan tetap mengikuti perkembangan situasi ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Baca Juga: Ramai Soal Mahasiswa UGM Diusir dari Lokasi KKN karena Dugaan Mesum, Kampus: Tidak Benar!
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Ketika Rakyat Patungan Membangun Jembatan, Apa Prioritas Negara?
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
5 Fakta Baru Sidang Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Kades Ungkap PT KIM Bukan Kelompok Tani
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan
-
Bukan Teror Tembakan! BGN Pastikan Kaca Kantor Pecah Akibat Cuaca Panas Ekstrem
-
Profil Patryk Klimala Bomber Haus Gol Asal Polandia yang Ogah Gabung Persib
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
KPK Ungkap Modus Eks Bupati Kuansing Sunat SHU Petani KUD untuk Suap Menteri Kehutanan
-
Anggaran Seret, Pemerintah Larang Pemda Rumahkan PPPK