/
Kamis, 06 Juli 2023 | 17:18 WIB
Kakak korban menunjukan foto almarhum ((ponorogo.suara.com/dedy.s))

Suara Ponorogo – wanita cantik asal Ponorogo yang menjadi korban pembunuhan dengan kondisi tangan dan kaki terikat hingga sudah mengeluarkan aroma tidak sedap di rumah kontrakan wilayah Delopo, Kabupaten Madiun Jawa Timur membuat duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban.

Ditemui ponorogo.suara.com, Dewi Wulandari, kakak kandung MT (24) korban pembunuhan di wilayah hukum Kabupaten Madiun menceritakan bahwa sebelum di temukan meninggal dunia, korban sempat pulang kerumah di Ponorogo pada hari raya Idul Adha 2023.

"Korban sebelumnya pernah pulang ke rumah saat Idul Adha dan melihat prosesi qurban. Setelah itu, korban kembali bekerja pada hari Kamis, malam" ujar Dewi Wulandari dengan nada sedih, Kamis (6/7/23)

Dewi kemudian mencoba menghubungi adiknya dua hari setelah Idul Adha, pada hari Minggu, namun tidak mendapatkan jawaban. 

"Saya merasa aneh karena biasanya korban selalu menjawab panggilan telepon atau membalas pesan jika tidak bisa dihubungi. Tapi kali ini, dia tidak menghubungi saya sebagai kakaknya," tambah Dewi Wulandari dengan ekspresi cemas.

Informasi tragis kemudian diterima Dewi Wulandari dari adiknya melalui grup keluarga. Ternyata, korban telah meninggal dunia dalam kasus pembunuhan yang mengerikan. 

"Awalnya, saya pikir itu adalah kecelakaan. Namun, ternyata kasusnya jauh lebih buruk, yaitu pembunuhan," ucap Dewi Wulandari dengan suara serak.

Dewi menggambarkan korban sebagai seorang gadis yang pendiam dan jarang berbagi cerita pribadi kepada keluarganya. 

"Dia pernah menyebut memiliki pacar, tetapi saya tidak tahu siapa orangnya. Dia hanya mengatakan bahwa pacarnya berasal dari Jawa Tengah, tapi saya tidak terlalu mengerti," papar Dewi Wulandari dengan kepiluan.

Baca Juga: Lacak Transaksi Uang Hasil Penipuan, Polisi Sita Buku Rekening si Kembar Rihana-Rihani

"Saya sering bertanya kepada korban tentang pekerjaannya di rumah, dan dia selalu menyebut bekerja di sebuah salon. Namun, saya tidak tahu secara pasti di mana tempat kerjanya," lanjutnya dengan raut wajah penuh penyesalan.

Menurut Dewi yang tinggal di Ponorogo, MT adalah seorang anak yang sangat bertanggung jawab dan setiap bulannya ia selalu memberikan uang kepada ayahnya yang sudah lanjut usia. 

Ia bahkan menjadi tulang punggung keluarga mereka. Kehilangan MT dalam kejadian tragis ini akan meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya.

Dalam peristiwa tersebut, tidak hanya nyawa korban yang hilang, sejumlah barang berharga korban juga raib seperti motor, dua unit handphone, uang, dan ATM korban ikut raib. 

Satu-satunya barang yang tersisa adalah KTP korban. Kejadian ini semakin menambah kesedihan dan kehilangan yang dirasakan oleh keluarga korban.

Sampai saat ini, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan upaya penangkapan terhadap pelaku pembunuhan tersebut.

Load More