SUARA PONOROGO - Dampak kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3kg yang sempat meresahkan masyarakat miskin Bumi Reog mendorong Komisi B DPRD Ponorogo mengambil langkah tegas dengan menggelar Rapat dengan Pendapat (RDP) yang melibatkan berbagai pihak terkait.
Dalam rapat tersebut hadir Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperdagkum), Bagian Perekonomian Pemkab Ponorogo, Hiswana Migas Ponorogo, Polres Ponorogo, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), agen elpiji, pangkalan elpiji, serta perwakilan pelaku UMKM dan Masyarakat kecil yang diwakili para emak-emak.
Salah satu perwakilan masyarakat yang hadir dalam rapat tersebut, Titik Palupi, dengan tegas menyampaikan keluhan mengenai sikap PT Pertamina dan penyalur elpiji yang kurang transparan terkait ketersediaan gas 3kg di pasaran.
Titik mengisahkan pengalamannya yang pahit dengan kelangkaan gas elpiji. "Dua hari lalu, saat saya sedang memasak nasi, dalam sekejap nyala api kompor padam karena tabung gas habis. Saya memiliki dua tabung gas di rumah, satu dipakai, dan satu dijadikan stok, tetapi ternyata stok juga habis begitu saja," keluhnya.
Pangkalan gas terdekat dari rumahnya juga mengalami kehabisan pasokan selama 10 hari sebelumnya. Meskipun Titik telah mematuhi regulasi dengan menyerahkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk mendapatkan gas subsidi, namun pasokan yang mencukupi tetap sulit didapatkan.
"Kami seperti mengalami panic buying, karena banyak yang menyebutkan bahwa gas subsidi akan dicabut dan kami harus beralih ke tabung berwarna pink," ungkapnya dengan rasa frustrasi.
Dampak kesulitan mendapatkan gas elpiji 3kg ini tidak hanya dirasakan oleh Titik saja, tapi juga berimbas pada keuangan para ibu rumah tangga lainnya.
"Jika dihitung-hitung, harga gas 5.5 kg mencapai 115-120 ribu rupiah, sedangkan harga per kilo gas 3 kg seharusnya hanya 18-23 ribu rupiah. Jelas saja bagi kami, harga gas 3 kg yang subsidi sangat berarti dan membantu," tambahnya dengan tegas.
Menyikapi keluhan masyarakat, Anggota Komisi B dari fraksi PKS, Ribut Riyanto, menyatakan tujuan dari rapat ini adalah untuk menindaklanjuti permasalahan kelangkaan gas 3 kg yang telah berlangsung selama dua minggu terakhir.
"Kami memahami bahwa persoalan gas 3 kg ini menjadi perhatian publik di Ponorogo," kata Ribut dengan serius.
Rapat tersebut juga menyampaikan kabar baik, yaitu PT Pertamina akan menambah pasokan gas sebanyak 32 ribu tabung.
Namun, perwakilan Komisi B akan melakukan observasi lebih lanjut untuk memastikan apakah penambahan ini akan menyelesaikan masalah kelangkaan gas 3 kg di masyarakat.
Ribut juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai aturan penggunaan gas 3 kg yang berlaku.
"Langkah ini penting untuk mengantisipasi penyalahgunaan dan memastikan agar gas subsidi benar-benar tersalurkan kepada yang membutuhkannya," jelasnya dengan tegas.
DPRD Ponorogo berkomitmen untuk terus mengawasi perkembangan kelangkaan gas elpiji dan merencanakan evaluasi dalam waktu seminggu ke depan.
"Kami akan memantau perkembangan dan segera menindaklanjuti hasil observasi dalam waktu satu minggu," pungkas Ribut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!