SUARA PONOROGO - Kebakaran hebat melanda hutan lindung milik Perum Perhutani di Gunung Kiai Pleret, Desa Biting, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Senin (14/8/23) sore.
Kebakaran ini telah merusak tanaman jati dan alba berusia puluhan tahun, serta mengancam ekosistem yang dilindungi di lereng gunung.
Selain itu, sumber air yang menjadi penopang warga sekitar juga terancam oleh amukan api.
Api dengan cepat menjalar melalui rumput ilalang dan tanaman rimba campur yang menghuni hutan lindung ini.
Tanaman jati dan alba yang telah tumbuh selama lebih dari 20 tahun juga ikut terbakar dalam insiden ini. Namun, upaya pemadaman api menghadapi kendala yang cukup serius.
Kendala terbesar yang dihadapi tim pemadam adalah keterbatasan akses air dan peralatan yang minim.
Kepolisian yang berusaha mengatasi kebakaran ini mengungkapkan bahwa tiupan angin kencang dan medan yang terjal membuat upaya pemadaman menjadi sulit.
"Kendalanya tidak ada air dan peralatan sangat terbatas, kami hanya menggunakan gepyok, batang pohon yang masih memiliki daunnya. Medannya cukup terjal," ungkap AKP Hariyono, Kapolsek Badegan.
Penyebab pasti kebakaran ini masih belum bisa dipastikan oleh polisi. Namun, dampak dari kebakaran ini telah dirasakan oleh masyarakat setempat.
Ekosistem yang terdapat di hutan lindung ini terancam, termasuk berbagai jenis satwa seperti burung merak dan kijang.
Bambang Warsito, Kepala Desa Biting, menyampaikan kekhawatiran akan dampak kebakaran ini
"Dampaknya cukup besar dengan kebakaran, termasuk ekosistem. Ada burung-burung, apalagi ada meraknya, ada kijang, bahkan sumber air warga"
Warga setempat berharap agar pihak terkait, termasuk petugas dari Perum Perhutani, segera turun tangan untuk memadamkan api.
Di tengah musim kemarau seperti ini, mata air dari gunung menjadi sumber utama kebutuhan air bersih bagi warga.
Dengan kondisi habitat yang masih banyak terjaga, langkah cepat dalam memadamkan api akan sangat krusial untuk menjaga ekosistem serta ketersediaan air di daerah ini
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar
-
Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!