SUARA PONOROGO - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) telah merilis data terbaru terkait daerah-daerah yang rawan terhadap praktik politik uang dalam konteks pemilihan umum tahun 2024
Dalam rilis yang dilakukan pada Selasa (29/8/23) di akun instagram resmi @bawasluri, Ponorogo muncul dalam urutan nomer 9 sebagai salah satu dari 20 kota atau kabupaten dengan tingkat rawan politik uang yang tinggi.
Menariknya, Ponorogo menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang masuk dalam data yang diungkapkan oleh Bawaslu RI.
Mengomentari hasil rilis tersebut, Murdianto, seorang pengamat politik dari Institute Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo, berpendapat bahwa akar permasalahan ini mungkin telah tertanam sejak lama dalam kultur politik lokal.
"Kultur pertarungan dan persaingan nampaknya lekat sejak sejarah Ponorogo berdiri," ujar Murdianto.
Ia menegaskan bahwa persaingan kuat antara tokoh-tokoh lokal dalam memperebutkan pengaruh di kalangan komunitas budaya telah menjadi pemicu kuat bagi praktik politik uang yang mengkhawatirkan.
Lebih lanjut, Murdianto melanjutkan, "Apalagi, ditambah dengan kultur uang thuk yang telah mengakar dalam pemilihan Kepala Desa sejak era kolonial."
Ia mengemukakan bahwa kondisi ekonomi yang belum merata di tengah percepatan gaya hidup masyarakat menjadi faktor penting yang mempengaruhi masyarakat untuk bersikap pragmatis dalam transaksi dukungan politik.
Di Ponorogo, tokoh-tokoh lokal yang terlibat dalam pertarungan politik juga didukung oleh pemilik modal besar serta para individu yang gemar bermain dengan risiko demi keuntungan lebih besar dalam arena politik.
Baca Juga: 5 Fakta Sosok Marshella Aprilia, Diisukan Diselingkuhi Pratama Arhan hingga Beda Agama
"Hal ini menunjukkan bahwa dinamika politik di Ponorogo telah mengalami perubahan signifikan, dari sekadar pertarungan ideologi menjadi medan pertaruhan modal," tambah Murdianto.
Murdianto menekankan untuk menekan praktek politik Uang alangkah baiknya ada jejaring kuat ditingkat Desa, dari tokoh-tokoh moral ataupun yang berpengaruh untuk membuat Gerakan Bersama dan memperbanyak sosialisasi menolak praktek politik uang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Promo RotiO Beli 1 Gratis 1 Spesial Anniversary, Nasabah BRI Merapat!
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Wali Kota Malang Siapkan Posko Aduan untuk Babat Habis Titipan Murid Baru di SPMB
-
Rekaman Sebelum Penembakan TNI di THM Panhead Viral, Suasana Mendadak Mencekam
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Sinopsis Train Dreams: Kisah Penebang Kayu yang Menembus Nominasi Oscar, Tayang di Netflix
-
Isu Tangkap-Lepas Terduga Begal Keroyok Warga, Polresta Pekanbaru Angkat Bicara
-
Kirim Paket Jadi Lebih Murah, Dapatkan Diskon 10 Persen Khusus Pengguna BRImo
-
Sinopsis The Crash, Film Dokumenter tentang Kecelakaan Maut yang Gegerkan Amerika Serikat
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor