SUARA PONOROGO - Kemarau panjang yang melanda sejumlah daerah di Ponorogo, Jawa Timur, telah menimbulkan ancaman serius terhadap pasokan air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat bahwa 40 dusun tersebar di 18 kecamatan berisiko mengalami krisis air bersih jika hujan tidak kunjung turun hingga Oktober mendatang.
Krisis air bersih yang melanda sebagian wilayah Ponorogo telah mendorong BPBD Ponorogo untuk mengambil langkah cepat dalam menyediakan bantuan air bersih di daerah-daerah rawan.
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah Dusun Sukun Basecamp, Desa Sidoarjo, Kecamatan Pulung, Ponorogo.
Namun, mencapai dusun ini bukanlah tugas yang mudah. Truk tangki dengan kapasitas 6.000 liter air bersih harus melalui jalan-jalan terjal yang penuh bebatuan dan perbukitan.
Langkah ini diambil karena sejak Juni lalu, sekitar 41 warga atau sekitar 17 kepala keluarga sudah menghadapi krisis air bersih. Sumur resapan yang biasanya mereka andalkan kini telah mengering, memaksa warga untuk membeli air isi ulang seharga Rp7.000 untuk satu galon, yang digunakan untuk kebutuhan minum dan memasak.
Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga harus menempuh perjalanan sekitar 3 km untuk mencari sumber mata air.
Ketua RT 04, Nur Hadi Wibowo, mengungkapkan situasi sulit yang dihadapi mereka, "Kita mengalami krisis air bersih sejak sekitar bulan Juni. Akhir-akhir ini, kita sudah mulai kekurangan air bersih karena sumur-sumur sudah mulai mengering. Kita hanya mengandalkan air dari aliran sungai saja, seperti irigasi."terangnya
Data dari BPBD Ponorogo menunjukkan bahwa saat ini sudah ada tiga kecamatan yang telah mengajukan permohonan dropping air bersih, yaitu Kecamatan Pulung, Kecamatan Slahung, dan Kecamatan Balong.
Baca Juga: Akhir Pelarian Pencuri Mobil yang Sedang Dipanaskan di Medan, Pelaku Ditangkap-Kakinya Ditembak
Bahkan, BPBD memprediksi bahwa jika kemarau berlanjut hingga Oktober mendatang, setidaknya ada 40 dusun tersebar di 18 kecamatan yang akan mengalami krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan, "Potensi [krisis air] bisa bertambah, karena ada sekitar 41 titik rawan yang kita identifikasi" terangnya
BPBD Ponorogo tidak hanya melakukan dropping air bersih dengan dua truk tangki, tetapi juga merencanakan kajian untuk mengantisipasi terjadinya krisis air bersih setiap musim kemarau.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat Ponorogo menghadapi tantangan yang dihadapi akibat kemarau panjang yang mengancam pasokan air bersih.
Bagian Atas Formulir
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial pada Juli 2026, Rezeki Makin Deras
-
Gunung Anak Krakatau Siaga Level II! Kapal Wisata Dilarang Nekat Mendekat
-
IHSG Berpotensi Rebound! Cek Analisis Teknikal dan Sentimen Positif Hari Ini
-
Anak Anda 'Diasuh' Algoritma? Ini Peringatan Keras untuk Para Ayah
-
Snowball Earth Umumkan Musim Kedua, PV Perdana Tampilkan Babak Baru
-
Waspada, Penipuan Digital Kini Terhubung dengan Pencucian Uang
-
Urutan Skincare Malam Pakai Clay Mask yang Tepat, Bikin Kulit Bersih dan Tetap Lembap
-
TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun
-
Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api
-
Viral Isu Mahasiswa Difabel Diminta Keluar Asrama, Ini Penjelasan Resmi Unhas