Poptren.suara.com - Nasi goreng menjadi salah satu makanan yang cukup digemari oleh berbagai kalangan, khususnya masyarakat Indonesia.
Umumnya pecinta kuliner Nusantara paling gemar menyantap nasi goreng ala kaki lima yang biasanya dijajakan dengan gerobak.
Hidangan murah meriah dengan rasa menggugah selera ini bisa dibuat sendiri di rumah. Ada bahan rahasia yang harus ditambahkan ke dalam sajian ini agar citarasanya semakin terasa.
Dihimpun dari laman Hops.id---Jaringan Suara.com, ternyata letak bumbu rahasia nasi goreng ala kali lima ini terletak pada kaldu dari bahan sisa berupa cangkang serta kepala udang.
Siapa sangka bahan sisa kepala dan cangkang udang yang sudah dipisahkan dari dagingnya ini bisa membuat cita rasa nasi goreng ala kaki lima semakin mantap.
Bahan-bahan :
- Segenggam kulit dan kepala udang digoreng garing.
- 2 siung bawang putih
- 3 siung bawang merah
- 2 butir kemiri
- Minyak untuk menumis
Langkah membuatnya:
1. Bersihkan kepala dan cangkang udang dengan air bersih dan mengalir. Saring dengan wadah carang hingga air pada cangkang dan kepala udang tertinggal sedikit.
2. Goreng kepala dan cangkang udang hingga kering.
3. Siapkan bahan lainnya seperti bawang putih, bawang merah dan kemiri sejumlah yang telah disebutkan di atas.
4. Lumatkan semua bahan dengan blender hingga benar-benar halus dengan menambahkan sedikit air.
5. Masak bumbu yang sudah dihaluskan tadi hingga airnya habis. Kemudian tambahkan minyak sayur lalu lumis hingga harum dan matang. Setelah matang bumbu akan terlihat terpisah dari minyak.
6. Pindahkan bumbu ke dalam wadah bertutup, biarkan bumbu dingin dalam suhu ruangan sebelum ditutup rapat dan disimpan dalam kulkas.
Baca Juga: Ngakak! Nasi Goreng Menggumpal Sekeras Baja, Warganet: Nasgor Frozen
Beberapa orang tidak melepas cangkang dan kepala udang untuk dimakan langsung beserta dagingnya. Agar tidak terbuang ketika dimakan setelah penyajian, goreng kering udah terlebih dahulu sebelum dibumbui.
Penyajian untuk masakan berkuah baiknya memang udang yang sudah dilepas cangkang dan kepalanya. Selain dibuat bumbu, cangkang dan kepala udang juga dibuat kaldu karena kepala udang juga mengandung antioksidan yang tinggi.
Jika kita tidak sempat memanfaatkan kulit udang atau cangkang hewan laut, campurkan saja cangkang udang dan sejenisnya dengan tanah agar terjadi proses mengomposan.
Sehingga nantinya tanaman dapat memanfaatkan sekitar 12 persen nitrogen dan berbagai mineral yang terkandung dalam cangkang kulit hewan laut.
Sumber : suara.com
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung