Poptren.suara.com - Mengelola keuangan sebaiknya sudah dilakukan sedini mungkin agar kelak memiliki edukasi finansial yang berguna hingga tua. Namun, agaknya tidak berlaku semua remaja, khususnya generasi Z. Kekeliruan ini juga bisa berdampak pada finansial mereka di kemudian hari. Lantas, apa saja kesalahan remaja dalam mengatur keuangannya? Dikutip dari Yousay.id, Berikut beberapa kesalahan pengaturan keuangan, diantaranya :
1. Tidak mencatat pengeluaran uang digital
Enggan atau lalai mencatat pengeluaran yang dilakukannya dalam bentuk transaksi digital. Pembayaran menggunakan dompet digital memang memberikan kemudahan dan kerap kali menawarkan promo menggiurkan. Tak ayal, ini membuat anak muda tanpa sadar menggunakan saldo mereka tanpa dicatat. Menggunakan uang digital juga membuat kita merasa tidak mengeluarkan apapun, karena bentuknya tidak terlihat.
Berbeda dengan tunai, uang digital memiliki nominal harga yang ganjil, misal Rp4.398. Tiga angka paling belakang mungkin terlihat tidak ada nilainya, namun, bayangkan jika dalam satu bulan ada ratusan transaksi dengan nominal ganjil di tiga angka paling belakang.
2. Belum memiliki rencana alokasi uang yang dimiliki
Kebanyakan generasi Z itu belum bahkan tidak memiliki rencana alokasi uang yang mereka miliki. Tingkat kesadaran menabung dan berinvestasi remaja dinilai masih lemah. Kebanyakan dari mereka mengandalkan uang jajan orang tua atau gaji untuk menopang gaya hidup mereka.
Para remaja seringkali berfikir bahwa mereka belum punya tanggungan, dan masa muda tidak boleh disia-siakan. Padahal, kesadaran menabung dan berinvestasi di masa muda, akan meringankan beban di masa mendatang.
3. Sudah diberikan kartu kredit sejak dini
Salah satu kesalahan yang orang tua ajarkan kepada anak remaja mereka adalah membiarkan mereka mendapatkan kartu kredit. Mereka sudah mengenal utang sejak dini, bahkan di saat mereka belum sepenuhnya mengerti konsep berutang dengan kartu kredit. Anak muda cenderung menganggap kartu kredit itu seperti kartu ajaib yang membuat mereka tidak harus memikirkan saldo.
Baca Juga: Simak Baik-baik, Ini 6 Tips Mengelola Keuangan Rumah Tangga dengan Baik
Kartu kredit membuat anak muda berasumsi tentang 'gratis di awal'. Sama dengan konsep paylater. Dalam hal ini, orang tua harus benar-benar awas. Jangan biarkan anak yang baru mengenal uang harus mengenal utang.
4. Gemar melakukan pengeluaran impulsif
Pernahkah kamu merasakan dorongan menggebu-gebu untuk membeli sebuah barang, bahkan tak jarang sampai terbawa mimpi? Kamu harus tahu bahwa ini adalah perilaku impulsive spending atau pengeluaran impulsif. Tidak peduli sehemat apapun kamu, kamu pasti pernah ada di titik ini, di mana kamu sangat menginginkan barang itu jadi milikmu.
Seseorang yang sudah lebih dewasa mungkin bisa berfikir lebih jauh akan plus-minus barang yang diinginkan, dan lebih bisa menahan hasrat untuk membelinya. Namun, remaja pada umumnya belum bisa sekuat itu. Mereka cenderung berfikir cepat. Apalagi, kalau lingkungannya mendukung. Prinsipnya, beli aja daripada kefikiran, dan cenderung FOMO (Fear of Missing Out).
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Lowongan Kerja BRI Area Jawa Tengah Resmi Dibuka, Catat Jadwal dan Lokasinya
-
Gempa Jepang Lumpuhkan Pabrik Otomotif Hingga Kelangkaan Suku Cadang, Toyota Stop Produksi Sementara
-
Geger Tetesan Darah dari Plafon Kos di Grogol, Ternyata Nyawa Wanita Melayang di Tangan Kekasih
-
Krisis Air Bersih Melanda Ngawi, Warga Gali Dasar Sungai demi Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
-
Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
-
4 Sepatu Lari Lokal Alternatif Hoka untuk Daily, Long Run hingga Maraton
-
Cushion Wardah yang Tahan Keringat untuk Olahraga Apa? Ini Review Dipakai Lari 5 Km
-
Daftar Resmi Long Weekend Agustus 2026, Catat Tanggal Libur Panjang Bulan Depan!
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungan ke NTT, Relawan: Masyarakat Sudah Menunggu
-
Harapan Baru Kesejahteraan Guru Setelah MK Pisahkan Dana MBG dari Pos Pendidikan