Poptren.suara.com – Warmindo atau burjo merupakan warung makanan yang sering dikunjungi karena harga yang terjangkau. Spanduk yang biasa dipakai oleh setiap warmindo menggunakan ikon atau warna logo mie instan.
Warna yang biasa digunakan ialah warna merah, kuning, dan hijau yang menjadi identitas dari warung makanan ini. Tetapi, saat melihat spanduk tersebut tetap harus kita perhatikan agar tidak salah masuk warung.
Hal ini lantaran kejadian tak terduga bisa saja terjadi seperti yang dialami seorang pria dalam video unggahan akun TikTok xxxrstt. Pada video berdurasi 16 detik itu, terlihat seorang pria yang merasa dibohongi.
Ia melihat sebuah spanduk merah, kuning, hijau dengan desain khas warmindo. Awalnya, ia mengira itu benar-benar warmindo dan hendak makan di sana.
Tanpa disangka, ternyata tempat itu adalah toko kucing. Alih-alih warmindo, rupanya yang tertulis di spanduk itu adalah 'Warmiauw'. Selain itu ada pula tulisan 'Bubur Kucing Ijo' yang membuat orang tak teliti menduga tempat itu adalah sebuah warung makan.
"Waduh, ketipu aku. Aku kira ada burjo, ternyata Warmiauw. Aku kira warmindo, badut-badut. Bubur kucing hijau, ealah," ungkap pria ini menggunakan Bahasa Jawa.
Ia kemudian menyebutkan bersyukur belum sempat masuk dan memesan. Pasalnya, menu yang disajikan pasti bukanlah makanan manusia pada umumnya.
"Untung belum jadi pesan, malah dikasih es Whisk*s pusing ini aku," ungkapnya. Ia merasa spanduk itu cukup membuatnya tak habis pikir karena sangat mirip dengan spanduk warmindo.
Video ini lantas menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan terkait.
Baca Juga: Viral! Pria Ini Sempatkan Salat di Tribun Saat Menonton Pertandingan Sepak Bola
"Tempat nongkrong kucing itu, Bang. Kucingku langganan dan gara-gara itu kucing gue dapat cewek," komentar seorang warganet.
Warganet lain ikut berkomentar. "Ngakak banget. Astagfirullah," ujar warganet ini.
"Untung aja udah sadar duluan. Mirip banget sih spanduknya," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Sementara itu, hingga Senin (8/8/2022), video ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 2 juta kali di TikTok.
Sumber : suara.com
Tag
Berita Terkait
-
Disebut Dealer Motor Berkedok Warmindo, Menu Terakhir di Warung Makan Ini Bikin Warganet Heran
-
Kronologi Pengeroyokan di Warmindo Cengli, Tiga Pemuda Diamankan Polsek Banguntapan
-
5 Alasan Mie Instan di Wamindo Lebih Enak dari Buatan Sendiri, Bisa Dicoba
-
Dengan Santai Bawa Motor Hasil Curian di Depan Korban, Dua Pelaku Asal Magelang Terancam Bui
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan