Poptren.suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak lagi membeli dan menggunakan produk pakaian bekas impor. Selain mengandung banyak bakteri yang merugikan bagi kesehatan, menggunakan pakaian bekas impor juga merendahkan martabat bangsa.
Kementerian Perdagangan memusnahkan 750 bal pakaian bekas impor pada Jumat (12/8/2022) di kawasan pergudangan Gracia di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan perdagangan pakaian bekas impor ini telah dilarang berdasarkan peraturan menteri. Tak hanya itu, dalam pengujian di Balai Pengujian Mutu Barang, sampel pakaian bekas terbukti mengandung jamur kapang.
"Dengan menghindari pemakaian pakaian bekas asal impor, konsumen dapat terhindar dari dampak buruk pakaian bekas dalam jangka panjang dan dapat melindungi industri dalam negeri,” ujarnya, seperti dikutip dari Suara.com.
Cemaran jamur kapang dapat menimbulkan gatal-gatal dan reaksi alergi pada kulit, efek beracun iritasi, dan infeksi.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine, terdapat risiko pada pakaian bekas yaitu infeksi mikroba, termasuk bakteri, jamur, parasit, dan infeksi virus.
Sejumlah penyakit kulit seperti dermatitis, kudis, dan penyakit jamur dapat ditularkan melalui penggunaan pakaian bekas yang tidak dicuci.
Penelitian terhadap 800 pakaian bekas (400 pakaian bekas dicuci dan 400 lainnya tidak dicuci) dilakukan di Iran pada 2018-2019. Hasilnya, sebanyak 22 pakaian atau 2,7% positif mengandung parasit dan kontaminasi ektoparasit.
Beberapa parasit seperti telur Enterobius, Pediculus spp., dan Sarcoptes scabiei ditemukan pada pakaian yang tidak dicuci. Di sisi lain, tidak terdapat kontaminasi parasit pada pakaian bekas yang dicuci.
Baca Juga: Taman Wisata Iman Sidikalang, Gambaran Indahnya Toleransi Beragama
Sebagai informasi, ektoparasit yang terdapat pada pakaian bekas tidak dicuci dapat menyebabkan pedikulosis, kudis, reaksi alergi parah, hipersensitivitas, dermatitis, dan infeksi sekunder pada individu yang rentan.
Pakaian bekas yang terkontaminasi Pediculus spp. tidak hanya memindahkan kutu ke inangnya, tapi juga penyakit seperti demam kambuhan dan tifus epidemik.
Sementera, Sarcoptes scabie atau tungau berkaki delapan dapat menggali ke dalam kulit inang sehingga menyebabkan rasa gatal dan lecet yang hebat.
Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah pakaian bekas dapat menularkan penyakit kulit. Pakaian bekas harus dicuci, disetrika, dan didesinfeksi untuk mengurangi kemungkinan penularan patogen ke manusia.
Pakaian memang menjadi kebutuhan penting bagi kehidupan manusia. Kebersihannya sangat penting bagi kesehatan. Sementara, sebagian orang lebih memilih membeli pakaian bekas karena alasan ekonomi.
Sumber : indotnesia.suara.com
Berita Terkait
-
Mendag Zulhas soal Harga Minyak Goreng Curah: Rata-rata Sudah Rp14 Ribu/Liter
-
Harga Gandum Sempat Meroket, Mendag Zulhas Isyaratkan Mulai Turun di Bulan September
-
Harga Mi Instan Tidak Naik Tiga Kali Lipat, Ini Penjelasan Zulkifli Hasan Soal Stok Gandum
-
Cek Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Pokok di Pasar Wates, Zulhas: Harga Sudah Stabil
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Gadis Bernama Aishah Siregar Tiba-tiba Hilang dan Ditemukan di Kamboja, Korban Perdagangan Orang?
-
Kenapa Sabun Mandi Tidak Boleh untuk Wajah? Ini Alasan Pentingnya
-
Ulasan A Model Family: Menimbang Moralitas di Tengah Desakan Kehidupan
-
Bicara Boleh Biasa, Perform yang Menentukan: Jago MC ala Ongky Hojanto
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Max Havelaar! Novel Legendaris Pelajaran SMA yang Mengguncang Belanda
-
Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga
-
Kabinet Bayangan: Dana MBG di Pos Pendidikan Korbankan Nasib Guru dan Sekolah
-
5 Low pH Cleanser Lokal yang Aman untuk Kulit Sensitif, Cuma Rp30 Ribuan!
-
Cushion Skintific Paling Bagus yang Mana? Ini Perbedaan Kemasan Biru, Pink, Hijau, dan Gold