Poptren.suara.com – Di media sosial sedang viral sebuah video yang memperlihatkan ibu dan anak kompak anak dan ibu sedang kompak curi sepeda di sekolah pada siang bolong.
Video itu diunggah oleh akun @terangmedia di jejaring media sosial instagram. Momen ini tertangkap di kamera CCTV.
"Ibu dan anak maling," tulis keterangan dikutip dari Suarajabar.id, Selasa (16/08/2022).
Mulanya, dua sosok perempuan ibu anak itu berboncengan mengendarai sepeda motor dan melihat ke arah halaman suatu sekolah.
Sekolah tersebut tertutup oleh gerbang dan hanya terbuka sedikit yang memperlihatkan sejumlah sepeda dan sepeda motor.
Si ibu yang memakai jilbab ungu itu turun dari sepeda motor dan terlihat mengecek keadaan sekolah tersebut yang begitu sepi.
Ibu itu bahkan sampai masuk ke dalam sekolah tersebut dan mondar mandir.
Setelahnya, si ibu keluar dan tak lama datang kembali sendirian mengendarai sepeda motor.
Sementara itu, anak perempuannya menyusul di belakang jalan kaki dengan tas ransel.
Baca Juga: Anak Anggota TNI Dianiaya Guru Olahraga SMKN 1 Boedoet
Lagi-lagi, si ibu masuk sendiri lagi dengan memarkirkan sepeda motor di luar area sekolah sehingga nomor plat sepeda motornya tak terlihat.
Dia pun duduk santai di dekat parkiran sambil menengok kanan kiri.
"Kode-kode dulu sama anak, 'jangan masuk dulu nak ada abang-abang bersihin sampah'," tulis keterangan.
Ibu itu terlihat berdiri gelisah dan menunggu pria yang membersihkan sampah tersebut.
Setelah pria itu pergi, ibu tersebut langsung meminta anak perempuannya masuk
Anak perempuan itu pun segera masuk dan langsung menuju parkiran sepeda.
Entah milik siapa, si anak santai mengeluarkan sepeda berwarna hitam dan sempat jalan ke area sekolah yang lebih dalam sejenak.
"Eits, pura-pura masuk ke sekolah sebentar," tulis keterangan.
Tak berapa lama, anak itu lantas mengendarai dan mengayuh sepeda tersebut keluar dari sekolah dengan santai.
Sementara itu, si ibu tampak masih memantau area sekolah ketika anaknya keluar gerbang.
Rekaman video tersebut sontak mencuri atensi warganet hingga dipenuhi beragam tanggapan di kolom komentar.
"Malu banget dah malu, eh punya malu nggak sih?" tulis @paras***.
"Nggak ada akhlak," komentar @awie***.
"Definisi ketenangan yang wrong way!" imbuh @tahta***.
"Wah kompak sekali. Aku terhura," ungkap @bunda***.
Saat artikel ini disusun, unggahan tersebut telah mendapatkan ribuan tayangan dan puluhan tanda suka.
Sumber : bogor.suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar