Poptren.suara.com - Harga jual berbagai jenis cabai di pasar tradisional di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat ini turun lagi menjadi Rp45.000 per Kg. Padahal sebelumnya ada salah satu jenis capai sempat mencapai harga tertinggi sebesar Rp95.000 per kilogram.
"Untuk harga cabai rawit merah atau dikenal cabai setan, harga jualnya memang sempat mencapai Rp95.000/kg, kemudian turun bertahap dan pekan ini turun lagi dari sebelumnya dijual Rp70.000/kg menjadi Rp45.000/kg sehingga mendekati harga normal," kata salah seorang pedagang di Pasar Bitingan Kudus, Tutik Asiani di Kudus, Sabtu, 20 Agustus kepada Antara.
Sebelumnya, kenaikan harga mencapai Rp 75.000/kg, lalu sekarang mengalami penurunan harga sebesar Rp45.000/kg untuk harga cabai merah kriting. Sedangkan, kenaikan harga pada cabai rawit sebelumnya mencapai Rp 45.000/kg menjadi Rp 25.000/kg.
Tak hanya mengalami penurunan pada cabai, namun juga bawang merah ikut menurun harganya. Dengan harga bawang merah sekitar Rp 75.000/kg kini menjadiRp 28.000/kg. Sedangkan, bawang putih tetap stabil dari awal penaikkan bawang merah.
Komoditas lain yang ikut turun, yakni wortel turun menjadi Rp14.000/kg dari harga jual sebelumnya Rp14.000/kg. Sedangkan kentang dan tomat masih stabil dengan harga masing-masing sebesar Rp16.000/kg dan Rp18.000/kg.
Solikatun, mengatakan walaupun harga turun, transaksi penjualannya masih tetap sepi karena kebutuhan pokok juga banyak.
Salah satu pembeli juga mengakui bahwa mulai bergairah belanja di pasar, dengan mengingat harga beberapa komoditas seperti cabai maupun bawang mulai menurun hingga berani membeli dalam jumlah banyak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar
-
Tips Memilih Smartwatch GPS untuk Trail Running, Ini 4 Rekomendasi Terbaiknya
-
Acer Day 2026 Bawa Swift Air 14 AI, Laptop AI Tipis dengan Performa Intel Core Ultra
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
7 Cara Membersihkan Sunscreen Waterproof agar Tidak Menyumbat Pori
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Skenario Lolos Timnas Indonesia: Tak Ada Pilihan Selain Menang atas Singapura
-
Senyum Terakhir di KMP Mutiara Sentosa 2: Rencana Pernikahan Sari yang Kandas di Laut Sapudi