/
Rabu, 24 Agustus 2022 | 07:38 WIB
ilustrasi Jantung (Pixabay.com)

Poptren.suara.com - Gagal jantung bisa terjadi kepada siapa saja. Tua atau muda, laki-laki atau perempuan punya potensi yang sama mengidap gagal jantung. 

Gagal jantung kadang-kadang dikenal sebagai gagal jantung kongestif - terjadi ketika otot jantung tidak memompa darah sebagaimana mestinya. 

Ketika ini terjadi, darah sering mundur dan cairan dapat menumpuk di paru-paru sehingga menyebabkan sesak napas.

Penanganan yang cepat akan menurunkan risiko terjadinya komplikasi berbahaya. Penanganan penyakit ini bertujuan untuk meredakan gejala dan meningkatkan kekuatan jantung.

Gejala awal gagal jantung

AHA menjelaskan bahwa gejala awal gagal jantung bisa berupa sakit perut, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Semua itu bisa dianggap tidak berbahaya.'

Pengecilan otot sebagai akibat dari gagal jantung dapat menunjukkan bahwa penyakit telah berkembang ke tahap yang lebih lanjut.

"Gejala awal dan terasa 'halus' juga bisa menjadi pertanda memburuknya gagal jantung," tulis AHA.

Selain itu, ciri khas dari gagal jantung adalah masalah pernapasan parah. Pada tahap ini, penyakit sudah mencapai tahap berisiko mematikan.

Baca Juga: Apa Itu Flu Tomat? Efek Virus Menular Terhadap Anak Dibawah 5 Tahun

Gangguan paru obstruktif kronis, yang juga dapat menyebabkan masalah pernapasan, dapat terjadi secara bersamaan dengan gagal jantung.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan AS (CDC) menambahkan bahwa tanda umum lain dari gagal jantung adalah merasa lelah dan pembengkakan pada kaki atau pergelangannya.

Gagal jantung biasanya tidak dapat disembuhkan, tetapi pengobatan yang dilakukan sejak dini dapat membantu penderita hidup lebih lama dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Jika Anda memiliki satu atau lebih gejala awal gagal jantung ini segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Gagal jantung bisa didiagnosis dengan pemeriksaan klinis oleh dokter dan menggunakan alat seperti EKG, USG jantung, atau MRI.

Load More