Poptren.suara.com – Di Banjarbaru, harga tabung gas 3 kilogram (KG) sudah menyentuh harga Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu.
Hal ini dirasakan salah satu warga Kelurahan Guntung Payung, Surya Darmawan. Ia mengaku sudah membeli gas melon dengan harga Rp 50 ribu.
“Baru aja tadi beli Rp 50 ribu di eceran,” ujarnya.
Gas melon sudah melambung tinggi, Surya juga menduga bahwa gas tabung 5,5 kg non subsidi juga ikut naik.
“Cuma menduga gas pink mahal juga, Rp 110 ribu di pangkalan, kayaknya mengikuti harga tersebut,” ucapnya.
Ia mengaku bahwa dirinya jarang mendapti gas melon dengan garga Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu.
Warga kelurahan Cempaka, Hayaturrahmah, mengungkapkan juga bahwa ia kaget dengan harga gas melon yang sudah sangat mahal sekarang ini.
“Kalau harga biasa di pangkalan kisaran Rp 18,5 ribu, namun di eceran hampir Rp 45 ribu,” ungkapnya.
Wajar dia bingung. Sebab harga eceran tertinggi (HET) sesuai ketetapan gubernur di pangkalan Rp 18,5 ribu per tabung.
Baca Juga: Puan Maharani Berikan Sinyal Dirinya Akan Maju di Pilpres 2024?
“Kalau sampai tembus Rp 45 ribu kan tak masuk akan,” tandasnya.
Kepala Bidang Perdagangan Disdag Kota Banjarbaru, Anshori tak memungkiri bahwa gas melon sedang mahal.
Ia juga menemukan harga gas melon dilapangan berkisaran Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per tabung di Banjarbaru dan Martapura.
Menurutnya, jika warga ada yang mengeluh dengan harga gas melon yang sedang mahal, maka orang itu termasuk dalam golongan masyarakat menengah dan orang kaya.
“Jika ada masyarakat Banjarbaru yang mengeluh harga gas mahal di kios-kios, itu adalah masyarakat menengah dan orang kaya, yang tidak dapat kartu kendali, mereka tidak bisa beli di pangkalan,” tegasnya.
Terkait kartu kendali disebutkan Anshori sampai saat ini sudah ada 26 ribu lebih data pengguna dari kepala keluarga miskin (KKM) dan usaha mikro.
“Sejak dilaunching pada 29 Juni 2021 lalu, hingga saat ini sudah ada 26.731 pengguna, KKM dan usaha mikro sudah bisa membeli gas 3 Kg dengan harga murah di pangkalan dan tidak lagi beli di kios,” tuturnya.
Jika kamu belum terdaftar dalam kepala keluarga miskin dan usaha mikro, kamu bisa mendaftarkan dengan mendatangi Ketua RT setempat.
“Bisa mendaftar di RT setempat, untuk bisa beli di pangkalan, karena belum dapat kartu kendali, cukup menggunakan KTP bisa beli di pangkalan yang sudah di zonasikan oleh kelurahan,” pungkasnya.
Sumber : kaltim.suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Siap Marathon? Ini 7 Film dan Serial Netflix Tayang Maret 2026 yang Wajib Masuk Watchlist
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur
-
Ramalan 3 Shio Paling Beruntung pada 2-8 Maret 2026, Siapa Saja?
-
Diplomasi Panas: Sikap Tegas Kedubes Iran di Jakarta dan Tawaran Mediasi dari Prabowo Subianto
-
IHSG Bisa Loyo Perdagangan Besok, Ini Saham-saham yang Bisa Dibidik
-
Sony Pictures Siapkan Live-Action Astro Boy, Gandeng Sutradara Ghostbusters
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Gugur dalam Agresi AS-Israel, Silsilah Ali Khamenei Sebagai 'Sayyid' Keturunan Nabi Jadi Sorotan