Poptren.suara.com – Akhirnya pihak Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengatakan secara resmi penyebab wafatnya santru asal Palembang yang bernama Albar Mahdi, putra Siti Soimah (44) yang menjadi sorotan publik.
Noor Syahid selaku juru bicara Ponpes Gontor Memberikan penyataan resmi melalui surat yang dibacakannya.
Dalam surat tesebut pihak Gontor menyampaikan beberapa hal.
Pertama, Pondok Pesanteren Gontor meminta maaf dan mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhum Albar Mahdi, khusunya kepada orang tua dan keluarga korban yang ditinggalkan.
Pihak Gontor juga berharap tak akan ada lagi kejadian seperti sekarang ini di masa depan.
"Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang berujung pada wafatnya almarhum. Sebagai pondok pesantren yang concern terhadap pendidikan karakter anak, tentu kita semua berharap agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari," kata Noor Syahid dikutip Selebtek dari akun TikTok SUMEKSCO, Rabu (7/9/2022).
Tak hanya itu saja, Pondok Pesantren Gontor juga meminta maaf kepada orang tua dan keluarga korban jika dalam proses penyerahan jenazah Albar Mahdi dianggap tak terbuka.
Kedua, Ponpes Gontor membuat tim untuk menyelidiki meninggalnya Albar. Dan mereka menemukan adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
"Kami memang menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat," lanjut Noor Syahid.
Baca Juga: Azwar Anas Resmi Dilantik Oleh Presiden Joko Widodo Sebagai Menpan RB Hari Ini
Setelah melakukan penyelidikan terkait kekerasan yang diterima Albar, pihak Ponpes Gintor sudah menindak dengan tegas dan cepat para pelaku yang terlibat dugaan penganiayaan.
"Pada hari yang sama ketika almarhum wafat, kami langsung mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi kepada santri yang diduga terlibat, yaitu dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari Pondok Modern Darussalam Gontor secara permanen," tutur Noor Syahid.
Para pelaku dipulangkan langsung kepada orang tua mereka. pihak Gontor tak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan.
"Pada prinsipnya kami, Pondok Modern Darussalam Gontor, tidak mentoleransi segala aksi kekerasan di dalam lingkungan pesantren, apa pun bentuknya, termasuk dalam kasus almarhum ananda AM ini," lanjut Noor Syahid.
Ketiga, Pihak Gontor akan terbuka dan mengikuti serangkaian penegakan hukum terkait peristiwa meninggalnya Albar Mahdi.
"Kami juga siap untuk mengikuti segala bentuk upaya dalam rangka penegakan hukum terkait peristiwa wafatnya almarhum ananda AM ini," tulis dalam keterangan itu.
Sampai sekarang ini, pihak Ponpes Gontor masih mejalani komunikasi dengan keluarga korban, Albar Mahdi. Untuk mencari solusi yang terbaik dalam kasus ini.
Sumber : Selebtek.suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
5 Fakta Kasus Satpam Perkosa Siswi SMP di Tuban: Kenalan Lewat Telegram, Disetubuhi di Kos!
-
Hantam Jalan Berlubang di Tanjung Priok, Pengendara Motor Tewas Terserempet Truk
-
Tragedi Jalan Berlubang di Pandeglang, Kasus Tukang Ojek yang Penumpangnya Tewas Dihentikan
-
Lengkap! Jadwal Menu Buka Puasa dan Sahur Gratis di Masjid Kampus UGM Selama Ramadan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
YLBHI Ingatkan TNI Soal Rencana Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza: Tanpa Mandat PBB Bisa Ilegal
-
Disekap dan Diintimidasi di THM Maumere, 12 Korban TPPO Asal Jabar Akhirnya Pulang
-
Jejak Pendidikan Alex Noerdin: Pernah Ikut Program Harvard hingga Kena Kasus Korupsi
-
Berbagi Kebaikan dengan Masyarakat Medan, Bank Mandiri Gelar Buka Puasa, Santunan, Khitanan Gratis
-
Indonesia Tuan Rumah Red Bull Cliff Diving 2026, Tebing T-Rex Nusa Penida Jadi Panggung Adrenalin