Poptren.suara.com – Farhat Abbas akhirnya berkomentar juga terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J dengan Ferdy Sambo yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kepala dari perencanaan pembunuhan.
Farhat Abbas diundang Uya Kuta untuk ngombrol secara virtual terkait kasus Ferdy Sambo. Uya juga memberikan pendapatnya terkait Farhat Abbas yang mengucap Ferdy Sambo sebagai pahlawan.
"Saya menganggap Sambo ini pahlawan, pahlawan penegak hukum di kepolisian," ujar Farhat Abbas ke Uya Kuya.
Farhat Abbas juga menerangkan kenapa dirinya menganggap Ferdy Sambo sebagai pahlawan.
Menurutnya Brigadir J adalah pengkhianat karena memiliki hubungan gelap dengan istri Ferdy Sambo.
"Jadi ini contoh yang baik. Kalau orang jadi ajudan, orang sudah jadi kepercayaan, jangan jadi pengkhianat," terang Farhat Abbas.
Tak hanya itu saja, Farhat Abbas juga menjabarkan ketentuan hukum Islam menurut dirinya terkait sanksi hukuman mati bagi para penzina yang dilakukan oleh Brigadir J bersama Putri Candrawathi.
"Ini bukan menyangkut masyarakat, karena normal dalam Islam itu kalau orang berzina itu dibunuh," papar Farhat Abbas.
Oleh sebab itulah, Farhat Abbas menyimpulkan bahwa Ferdy Sambo dijadikan tersangka akibat ndonesia memakai hukum postif yang menentang segala macam bentuk pembunuhan.
Baca Juga: Hujan Tiba Banyak Pemotor yang Jatuh di Jalur Pedestrian, Begini komentar Anies
"Hukum positif kita itu tidak membuat untuk dibunuh," kata Farhat Abbas.
Ia juga berasumsi bahwa Ferdy Sambo seharusnya tidak dikenakan pasal pembunuhan berencana atas dugaan pembunuhan Brigadir j.
"Menurut saya, ini bukan pembunuhan berencana, tapi perencanaan perselingkuhan yang gagal sehingga menyebabkan kematian pada penyelingkuh tersebut," tegas Farhat Abbas.
Pihak kepolisian sendiri sampai saat ini belum mengungkap motif pembunuhan Brigadir J yang diduga dilakukan Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022.
Sumber : suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Anak Buah Diperiksa di Kasus Kuansing, Kapan Raja Juli Dipanggil KPK?
-
Sempat Viral Sujud Minta Maaf, Pramono Bela Satpam yang Tegur Pengemudi Alphard: Dia yang Melanggar
-
Shin Tae-yong Blak-blakan Persija Belum Ideal Jelang Piala Presiden 2026
-
KPK Periksa Pejabat Kemenhut, Dalami Pertemuan Raja Juli dan Bupati Kuansing
-
Pesawat Kecelakaan dan Terbakar di Teluk Shallow Amerika Serikat
-
5 Warna Rambut yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Wajah Jadi Fresh dan Gak Kusam
-
Ulasan Emma: Ketika Mak Comblang Belajar Tentang Cinta Sejati
-
Pesta Layang-layang Dunia Warnai Pantai Sanur Bali
-
Pemain Keturunan Surabaya di VfB Stuttgart Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
-
Rahasia Berkebun di Tengah Kota, Belajar dari Tani Kota Sejati-58 Kebagusan