Poptren.suara.com – Raffi Ahmad sedang datang ke YouTube channel Vindes (Vincent Desta). Ia menceritakan tentang penolakan yang terjadi saat membuat visa untuk kedua kalinya.
Namun, sebelum ia menceritakan penolakannya. Ia menceritakan pernah membuat visa untuk pertama kali bersama dengan almarhum Olga Syaputra.
Saat itu ia membuat visa dengan almarhum saat mereka berdua memenangkan acara Panasonic Award pada tahun 2010.
video potongan dari chanel YouTube milik Vindes ini diunggah ulang oleh akun Tiktok @my_raabbittt
Ia mengatakan bahwa Olga Syahputra dan dirinya sama-sama tidak bisa berbahasa Inggris hanya tau beberapa kata saja dalam bahasa Inggris.
Saat membuat visa akhirnya almarhum mengatakan pada petugas, bahwa dirinya sangat terkenal di Indonesia, dan bisa dicek di Google.
“I’m very very famous, i’m Olga Syahputra, google my name” kata almarhum Olga Syahputra.
Raffi mengatakan bahwa sang petugas kala almarhum berbicara seperti itu, mereka langsung tertawa.
Visa almarhum Olga pun akhirnya disetujui, dan lanjut giliran Raffi Ahmad yang diwawancarai.
Baca Juga: Daftar Aplikasi Kencan Online, Lucinta Luna Dapat 'Oppa' Korea
Raffi pun mengatakan bahwa dirinya mengikuti metode dari almarhum Olga “i’m very very famous”, ia pun akhirnya lulus.
Ia pun mengatakan setelah pergi ke Amerika, seminggu setelahnya dirinya tertangkap.
“Seminggu setelah gue pulang dari Amerika ketangkep (narkoba) gue, itu habis pulang dari Amerika. Akhirnya gue gak pergi ke Amerika, karena di kepala gue kalau pulang dari Amerika ketangkep”
Akhirnya setelah kejadian itu, Raffi Ahmad mengaku trauma untuk membuat visa ke Amerika. Setelah itu ia pun akhirnya tak mengurus visanya kembali.
Tapi, akhirnya Raffi Ahmad harus membuat visa kembali karena memiliki pekerjaan disana, ia pun dan Nagita harus membuat visa.
Raffi pun menjelaskan bahwa dirinya kembali mengulang perkataan almaruh Olga saat membuat visa untuk kedua kalinya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
Terkini
-
Ekspansi ke DIY, VinFast Resmikan Dealer Perdana di Sleman dan Promo Bebas Biaya Tukar Baterai
-
KPK Kejar Jejak Setoran Rp4,1 Miliar, Saksi Kasus Etik Suryani Mulai Diperiksa
-
Analisa: Kenapa Iran Rugi Besar karena Arab Saudi Diserang PMF Irak dan Houthi Yaman?
-
Geisz Chalifah Dipanggil KPK, Kasus Gratifikasi Tambang Batu Bara Rita Widyasari Kembali Bergulir
-
Pekerja Bangunan di Blitar Meregang Nyawa Saat Memlester Dinding, Polisi Selidiki Penyebabnya
-
A Spoonful of the Sea, Tradisi Ulang Tahun Korea yang Menghangatkan Hati
-
Pemkab Siak Klaim Tangani 152 Km Jalan Kabupaten yang Rusak
-
Rilis Final Trailer Film "Dan Bandung", Kisah Perjuangan Cinta Yang Siap Mengaduk Emosi Penonton
-
Buku The Principles of Power: Seni Menguasai Pengaruh Secara Etis
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi