Poptren.suara.com - Kopi menjadi salah satu minuman kesukaan banyak orang, termasuk perempuan. Penting untuk perempuan yang saat menstruasi tapi mengonsumsi kopi, waspada. Mengapa harus waspada? Kandungan zat dalam kopi yang diminum selama masa menstruasi akan menimbulkan beberpa hal yang berdampak tidak baik, seperti :
1. Suasana hati berubah-ubah dengan cepat
Merangkum dari berbagai laman kesehatan, efek samping minum kopi saat menstruasi bisa menyebabkan perubahan suasana hati yang tidak stabil. Karena kopi memengaruhi pusat saraf dan menyebabkan lonjakan adrenalin menjadi tidak terkendali.
Ketika mesntrasi perempuan sangat memungkinkan mengalami gelisah, stres, cemas bahkan depresi. Maka dari itu, disarankan untuk tidak mengonsumsi kopi selama masa menstruasi.
2. Menstruasi tidak teratur
Beberapa orang meminum kopi sebagai 'jalur alternatif' yang tidak sehat untuk menurunkan berat badan dan akan memengaruhi siklus menstruasi.
Seorang ahli diet mengatakan bahwa tanda seseorang yang terlalu banyak minum kopi bisa dilihat dari ketidak teratuan siklus menstruasinya, yang paling umum siklus bulanannya.
3. Kualitas tidur menjadi buruk
Saat sedang menstruasi, tubuh perempuan mungkin mengalami mudah lelah, nyeri di beberapa titik tubuh atu kaku, yang terjadi dikarenakan perubahan hormon yang berefek samping ke tubuh.
Baca Juga: Tanya Dokter: Apa Benar Darah Menstruasi Aman dan Bagus Digunakan Untuk Masker Wajah?
Maka dari itu, tubuh perlu istirahat yang cukup serta berkualitas. Apabila meminum kopi lima jam sebelum tidur, akan mempersulit tubuh beristirahat karena kafein dalam kopi dapat mempengaruhi kualitas tidur yang dibutuhkan saat menstruasi.
4. Dehidrasi
Kafein menyebabkan dehidrasi sehingga menimbulkan rasa resah dan tidak nyaman saat menjelang menstruasi serta mejadi lebih sering buang air kecil. Disarankan untuk menghindari kopi karena sifat diuretik. Maksudnya adalah kafein bisa membuat sesorang lebih sering buang air kecil, sehingga lebih banyak cairan yang terbuang.
5. Masalah pencernaan
Selama masa menstruasi, rongga di bagian perut menghasilkan hormon prostaglandin yang berfungsi membuat otot perut berkontraksi. Hormon tersebut akan diperparah jika minum kopi saat menstruasi.
Jika pencernaan tersumbat, kafein meningkatkan metabolisme tubuh yang membuat semakin banyak limbah menumpuk dan tidak dapat dikeluarkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan