Seseorang bisa saja tidak ingin terlibat di dalam hubungan baru karena takut dikhianati atau kecewa.
B. Timbul gejala yang serupa dengan PTSD atau Stres Pasca-Trauma
Gejala yang umum termasuk kilas balik, mimpi buruk, atau bahkan obsesi tentang peristiwa menyenangkan yang dilalui dengan pasangan yang selingkuh. Mungkin juga mengalami hyperarousal dan menjadi reaktif pada setiap ancaman yang dirasakan terhadap diri sendiri. Akibatnya, orang tersebut bisa mengalami gangguan pola tidur dan makan.
C. Rendah diri
Orang yang diselingkuhi akan cenderung membandingkan dirinya dengan selingkuhan sang mantan. Mereka merasa telah digantikan oleh orang yang dianggap lebih baik. Selain itu juga dapat melemahkan rasa kepercayaan diri seseorang yang diselingkuhi.
Beberapa laman psikilogi menuliskan, selingkuh dibagi menjadi beberapa jenis, diataranya :
- selingkuh fisik
Jenis satu ini paling mudah dikategorikan sebagai selingkuh yang nyata karena melibatkan hubungan fisik dan intim, termasuk seks. Pakar hubungan dan konselor pernikahan, Megan Fleming, Ph. D, mengatakan selingkuh fisik biasanya cenderung disembunyikan dari pasangan aslinya. Karena tidak banyak orang yang berani mengakui bahwa mereka telah berselingkuh.
- selingkuh secara virtual
Baca Juga: 5 Tanda Peringatan Dini Anak Mengalami Masalah Kesehatan Mental
Biasanya terjadi ketika seseorang dengan sengaja mencari kenalan baru di media sosial, aplikasi kencan, pesan singkat hingga email, dan pelakunya melibatkan percakapan yang lebih intens.
- mental selingkuh
Ini berkaitan dengan mental yang merujuk pada sebuah fantasi yang kemungkinan bisa mengarah ke hal-hal yang memengaruhi hubungan. Maksudnya adalah perilaku atau aktivitas yang lebih intim dan dapat membuat seseorang merasa bergairah dan merasa lebih berhasrat kepada orang lain daripada melakukannya dengan pasangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim