Poptren.suara.com - Pasangan yang sudah menikah pasti berharap pernikahannya langgeng serta bahagia. Tapi setelah menikah, ternyata harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Masih ada istri atau suami yang menyadari bahwa pernikahan tidak berjalan sesuai ekspektasi.
Akibatnya muncul rasa tidak bahagia, mudah marah, sulit kendalikan emosi dan berakhir konflik.
Ketika konflik "menyelimuti" rumah tangga, seringkali cerai dijadikan solusi. Padahal cerai bukan solusi, bukan pula pilihan. Meski begitu, masih ada pasangan yang memilih bertahan dengan alasan anak, atau alasan finansial, walaupun tidak merasa bahagia.
Pernikahan yang tidak bahagia, menimbulkan dampak emosional yang cenderung lebih parah daripada dampak fisik. Apabila ada pasangan yang memutuskan tetap mempertahankan rumah tangganya, ada baiknya pahami dampak apa saja yang didapat dari adanya rasa tidak bahagia dalam pernikahan.
Beberapa sumber menuliskan dampak-dampak yang dimasud, contohnya :
1. Mudah cemas dan labil
Perasaan ini membuat seseorang jadi labil, mudah cemas, selalu tidak puas, serta diliputi keputusasaan. Seringkali 'overthinking' , akan seperti apa masa depan karena tidak berhasil membuat pasangan merasa aman dan nyaman.
2. Mudah marah
Perasaan ini sangat tidak menutup kemungkinan membuat diri sendiri atau pasangan tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas. Biasanya ada amarah terpendam dan kesulitan mengutarakannya.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Kecil yang Dapat Menjaga Kesehatan Mental, Yuk Terapkan!
3. Resiko penyakit mental
Adanya perasaan marah yang diliputi tidak behagia, kesepian, depresi ekstrim, akan berujung pada penyakit mental. Seseorang bisa saja alami kemunduran emosional dan memunculkan kondisi penurunan daya ingat seperti demensia atau alzheimer.
4. Mudah depresi
Perasaan tidak bahagia dalam sebuah hubungan akan mengarah pada perasaan kesepian dan kegagalan yang apabila terus berlanjut, lama kelamaan akan berubah menjadi depresi. Depresi adalah stres secara emosional yang meningkat, hidup pun diliputi dengan keputusasaan.
5. Masalah memori
Stres karena terjebak dalam hubungan yang sulit bisa membebani pikiran sehingga seseorang jadi kurang fokus untuk melakukan aktifitas sehari-hari.
6. Sulit mengambil keputusan
Seseorang akan hancur perlalahan secara emosional karena emosi yang tidak stabil. Ada risiko fungsi kognitif yang terganggu dan berdampak pada kesulitan mengambil langkah dan membuat keputusan. Akibatnya tidak jarang mengubah pola hidup menjadi lebih negatif, seperti jadi merokok, kecanduan alkohol, dan lainnya karena faktor stres emosional akibat pernikahan tidak bahagia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung