Poptren.suara.com - Rasa cemburu terhadap orang lain seringkali tidak terlihat sehingga sulit dipahami. Perasaan tersebut muncul karena dua alasan utama, yakni merasa tidak suka dengan apa yang orang lain peroleh, kedua rasa minder yang berubah menjadi rasa tidak suka.
Apabila seseorang banyak berbuat baik dalam hidupnya, jadi orang sukses, kaya raya, bahkan memiliki hal yang tidak dimiliki orang lain, maka timbulah rasa cemburu terebut. Cemburu bukanlah hal yang baik, bukan pula perasaan yang menyenangkan, muncul secara alami, dan memang sebuah emosi yang pasti dirasakan banyak orang.
Lalu, apa pemicu rasa cemburu ? Adakah tanda-tandanya ? Dirangkum dari sejumlah sumber, tanda dan penyebab munculnya rasa cemburu diantaranya :
- Memuji dengan tidak tulus
Ketika seseorang tidak senang dengan hal baik yang orang lain miliki, mereka akan melakukan hal licik dengan bertindak terlalu mendukung dan memberikan pujian yang tidak tulus. Mereka akan memuji, tapi akan berbohong atau bergosip di belakang.
Sikap seperti ini terlihat ketika mereka sering berhenti sejenak sebelum memberi selamat atau memberi tahu bahwa orang lain telah melakukan pekerjaan dengan baik. Reaksi yang ditunjukkan tersebut disebabkan karena mereka memiliki kecemburuan rahasia mereka atas kesuksesan orang lain.
- Peniru yang baik
Perilaku peniru sering kali dipercaya sebagai tanda sanjungan. Namun ternyata, menurut psikolog, seseorang yang iri pada orang lain mungkin juga mencoba meniru perilaku atau hal yang dilakukan. Mereka bisa meniru dari gaya rambut, berpakaian, berjalan, dan berbicara dengan cara yang sama.
- Sangat kompetitif
Baca Juga: 3 Alasan agar Kamu Tak Perlu Cemburu dengan Masa Lalu Pasangan
Mereka cenderung memiliki sifat untuk mencoba mengalahkan orang lain dengan segala cara, termasuk sangat kompetitif, terutama di tempat kerja. Mereka akan melakukan apa saja untuk melebihi upaya yang orang lain lakukan.
- Selalu mengkritik
Seseorang yang iri pada orang lain akan menjatuhkan kritik pada setiap titik. Menunjukkan kesalahan-kesalahan setiap ada kesempatan. Bahkan mungkin melakukannya di waktu yang paling tidak tepat dan malah akan mempermalukan orang lain di depan umum.
- Membenci tanpa alasan
Orang yang cemburu pada orang lain jarang mengakui bahwa mereka cemburu. Cenderung tidak menujukkan karena akan menambah rasa tidak aman bagi mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
7 Makeup Kit di Bawah Rp200 Ribu untuk Pemula, Tampil Cantik Tanpa Boros
-
Di Balik Kebakaran Muba, Kok Bisa Ada Sumur Minyak Ilegal di Area Perkebunan Hindoli?
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Kenapa Sumur Minyak Ilegal di Muba Terus Terbakar? Ini Penyebab, Dampak, dan Solusi yang Disiapkan
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Sausu Tambu Bersinar Lewat Desa BRILiaN, Ekonomi Pesisir Kian Kuat dan Berdaya Saing
-
Transformasi Sausu Tambu: Potensi Lokal Angkat Ekonomi Pesisir hingga Berprestasi Nasional
-
Desa BRILiaN Sausu Tambu Dorong Ekonomi Pesisir, Raih Pengakuan di Tingkat Nasional
-
Istighotsah Cirebon, Ulama: Jangan Biarkan Kasus KM 50-Vina Menggantung!