Poptren.suara.com - Masdalina Pane, Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, atau Kabid PAEI, mengimbau dan mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga imunitas selama libur akhir tahun. Dengan tujuan agar bantu mengurangi resiko tertular penyakit. Apalagi menjelang akhir tahun hingga awal tahun, perkiraan September hingga Februari, adalah musim hujan.
Masdalina menuturkan bahwa saat musim hujan terdapat potensi peningkatan penyakit seperti infeksi saluran pernapasan bagian atas atau ISPA dan diare. Maka menjaga imunitas atau daya tahan tubuh menjadi hal yang sangat penting. Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, memaparkan bahwa salah satu upaya menjaga imunitas adalah dengan mengatur pola istirahat.
Istirahat dan tidur yang cukup merupakan hal utama dalam upaya dalam menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta perbanyak porsi sayur dan buah juga perlu dilakukan. Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi air putih, sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuh. Karena pada musim hujan, masayarakat umumnya tidak merasa haus dan jarang minum air putih.
Selain itu, masayarakat juga perlu melakukan aktifitas fisik, seperti olahraga secara rutin,sebagai upaya mendukung daya tahan tubuh yang optimal. Tidak lupa tetap menerapkan protokol kesehatan lebih ketat saat liburan akhir tahun. Mengingat masih terdapat potensi penularan Covid-19, maka protokol kesehatan harus tetap berjalan.
Masdalina juga mengingatkan bahwa Covid-19 belum berakhir. Masyarakat tidak boleh abai dan tidak boleh lengah, ditambah subvarian baru mulai bermunculan. Salah satunya subvarian omicron BN.1. Untuk itu, masyarakat harus tetap memperkuat penerapan protokol kesehatan guna mencegah risiko penularan.
Masdalina menambahkan bahwa penyebaran subvarian omicron BN.1 perlu diantisipasi, terutama menjelang libur akhir tahun. Ia berpendapat penerapan protokol kesehatan harus ditambah dengan vaksinasi Covid-19, mulai dari dosis pertama hingga dosis penguat merupakan kunci utama untuk menekan kasus Covid-19, termasuk subvarian BN.1.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
Terkini
-
Presiden Prabowo Penuhi Permintaan Warga Aceh, Salurkan Bantuan Daging Meugang Sambut Idulfitri
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Siap-siap! One Way Nasional Cikampek-Kalikangkung Dimulai Rabu Siang Ini
-
Mau Mudik Tapi Takut Boros? Simak Tutorial Mudik Seru Tanpa Bikin Dompet Boncos
-
KPK Bongkar Jaringan Pemerasan THR Bupati Cilacap: Diduga Berakar dari Proyek Swasta
-
Imsak dan Buka Puasa Palembang 18 Maret 2026, Catat Batas Sahur dan Jam Magrib Hari Ini
-
Jangan Sampai Terlewat! Imsak Bandar Lampung 18 Maret 2026, Catat Batas Sahur dan Waktu Subuh
-
Imsak Jakarta 18 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
Heboh! Di Sini Calon Politisi Perempuan Diminta Layanan Seks demi Tiket Pemilu
-
Info A1: Perang Lawan Iran karena Kebodohan Trump Ditipu Lobi Israel dan Tokoh Media AS