Poptren.suara.com - Mobil dengan transmisi matik hanya mengandalkan dua pedal, yakni gas dan rem. Pengoperasian rem lebih dianjurkan menggunakan kaki kanan, bersamaan dengan pengoperasian gas. Mengapa ? Karena kaki kiri memiliki respon lebih cepat dari kaki kanan. Pada mobil transmisi manual, kaki kiri "bertugas" menginjak kopling sedalam dan sekuat mungkin.
Disamping itu, menginjak pedal rem menggunakan kaki kiri dinilai cukup sulit untuk mengukur feeling ketika proses pengereman. Akibatnya, efek pengereman jadi kurang lembut dan halus yang akan membuat rasa tidak nyaman pada kabin penumpang mobil.
Sedangkan jika pakai kaki kanan, pengereman bisa lebih terukur dan mengurangi resiko terjadinya injakan pedal rem dan gas secara bersamaan. Dengan kata lain, jika pakai kaki kanan, hanya ada satu kaki yang bersamaan mengatur injakan dua pedal secara terpisah. Artinya, saat butuh reflek yang cepat, ada potensi pengereman tidak bisa maksimal karena kecenderungan injakan pedal rem dan gas di waktu bersamaan.
Secara garis besar, mobil dengan transmisi matik tidak mengandalkan kaki kiri. Kaki kiri "lenggang kangkung" dan hanya kaki kanan yang digunakan. Sedangkan mobil dengan transmisi manual, kaki kiri ikut digunakan untuk pengoperasian kopling.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026