Poptren.suara.com - Siapa yang tidak tahu tempe mendoan. Makanan dari Banyumas, Jawa Tengah ini berasal dari bahasa Banyumasan yaitu mendo, artinya setengah matang atau lembek. Dirangkum dari beberapa sumber, tempe mendoan bukan hanya sekedar camilan sore melainkan telah menjadi komoditas dan dikelola secara komersil di Banyumas sejak tahun 1960 an. Tidak hanya itu, tempe mendoan sarat makna dan telah menjadi identitas masyarakat Banyumas.
Tempe mendoan mudah dikenali karena wajib dibalut dengan adonan tepung, dan potongan daun bawang. Olahan tempe satu ini juga cukup mudah dijumpai dengan kisaran harga mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 40.000. Jika dirasa harga yang dibandrol cukup mahal, maka dari itu buat sendiri di rumah tidak masalah.
Pada dasarnya bahan-bahan membuat tempe mendoan cukup mudah dijumpai dan harganya relatif terjangkau. Ada resep tempe mendoan yang bisa ditiru dirumah, dijamin anti gagal. Selamat mencoba,
Bahan :
- 15 buah tempe khusus mendoan
- tiga rumpun kucai, potong-potong
- 100 gram tepung terigu
- dua sendok makan tepung beras
- 150 ml air
Baca Juga: Resep Sosis Telur yang Cocok Dijadikan Bekel Anak Sekolah
- minyak goreng secukupnya
Bumbu yang dihaluskan :
- lima butir bawang merah
- tiga butir bawang putih
- seperempat sendok teh ketumbar
- satu sendok teh garam
Bumbu sambal kecap :
- lima butir bawang merah, cincang kasar lalu goreng setengah matang
- 15 buah cabai rawit merah, iris halus
- enam sendok makan kecap manis
- satu buah jeruk limau, peras airnya
Cara membuat :
1. Campurkan tepung terigu, tepung beras, kucai, bumbu yang dihaluskan, dan air. Aduk sampai tercampur rata.
2. Celupkan satu buah tempe mendoan ke dalam adonan tepung. Goreng dalam minyak panas sampai setengah matang. Jika suka makanan yang krispi, goreng tempe mendoan hingga tepungnya garing, kuning keemasan.
3. Untuk membuat sambal kecap, campur semua bahan sambal dan aduk sampai merata.
4. Sajikan tempe mendoan dengan sambal kecap.
Tempe mendoan siap dinikmati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Harga Emas Bisa Cetak Rekor Tertinggi, Analis Ungkap Faktor Penyebabnya
-
6 Pemain Ini Pasti Dicoret John Herdman Jelang FIFA Series 2026
-
Penjaga Waktu Sahur
-
DPRD DKI Minta Seluruh Bus Transjakarta Dipasang Kamera Pendeteksi Sopir Ngantuk
-
Berkat Kolaborasi Nasional, Indonesia Trail Run Series Resmi Terbentuk
-
5 Trik Atur Pola Tidur saat Puasa agar Tak Ngeluh Jam Tidur Terganggu seperti Cut Rizki
-
Modus Operandi 'Endless Art Investment Cara Nadiem Diduga Samarkan Aliran Dana Google Chromebook OS
-
Menanti Kebangkitan 'Star Boy', Marselino Ferdinan Berpacu dengan Waktu Pulih dari Cedera
-
Menggugat Adab Membangunkan Sahur: Atas Nama Tradisi, Bolehkah Teriak-teriak?
-
Kasat Narkoba Toraja Utara Diduga Kantongi Rp13 Juta Per Minggu dari Bandar Narkoba