Poptren.suara.com - Kamu pasti pernah merasakan mendadak sakit perut dan langsung terbirit-birit ke toilet setelah menyantap makanan di tengah liburan.
Bisa jadi kamu telah keracunan makanan. Namun, gejala ini sudah biasa dialami oleh para wisatawan yang mengambil liburan di negara berkembang, seperti dilansir covermore.com.au.
Istilah penyakit perut yang terkenal di kalangan wisatawan mancanegara saat ini adalah Bali Belly di mana penderita bisa mengalami kram perut, diare, muntah, sakit dan nyeri.
Bali Belly pernah dirasakan oleh artis sinetron Verrell Bramasta ketika dirinya berkunjung ke Bali.
Tentu saja, ketika kamu kena Bali Belly bisa bikin perjalanan liburan yang telah direncanakan dengan cermat bisa berantakan.
Para wisatawan mancanegara tak cuma merasakan Bali Belly di Bali, namun di negara berkembang lainnya seperti Thailand, Kamboja, Vietnam hingga India.
Benua Afrika juga penyebab penyakit Bali Belly karena standar kebersihan di sana lebih rendah.
Apa saja gejala perut Bali Belly?
Bali Belly sering dialami para wisatawan di minggu pertama perjalanan. Tubuh mereka sudah terpapar bakteri dan virus baru yang asing.
Baca Juga: Tangisan Rossa Pecah Dengar Salma Bawakan Lagu Ciptaan Sendiri di Panggung Indonesian Idol
Setelah terkontaminasi, diperlukan waktu antara 2-5 jam hingga gejala muncul.
Gelaja pertama yang dirasakan mungkin tiba-tiba perut terasa kembung dan mual.
Untuk gejala lainnya meliputi:
- Kotoran encer atau berair (diare)
- Urgensi / frekuensi pergi ke toilet
- Kram perut, kembung dan nyeri
- Suhu rendah
- Kehilangan selera makan
Darah atau lendir dalam diare, demam tinggi, dan sakit perut yang parah bisa mengindikasikan penyakit yang lebih serius.
Dehidrasi bisa menjadi konsekuensi serius akibat dari diare.
Berita Terkait
-
Masih Lemas, Verrell Bramasta Ungkap Kondisi Terkini Usai Dirawat Gegara Bali Belly
-
Cuaca Buruk, Lion Air Mendarat di Denpasar Setelah Gagal di Labuan Bajo
-
Belajar dari Kasus Anggota DPRD Klungkung, Warga Bali Diminta Waspada Link di Medsos
-
Liberta Hotel Jimbaran, Hotel Baru di Bali yang Mengusung Konsep Lifestyle Hospitality
-
Dipinang Koster untuk Pilgub 2024, Cok Ace : Yang Penting Pak Koster Harus Tetap Naik
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi