Poptren.suara.com - Secara umum, pada tanggal 14 Februari semua orang di seluruh dunia identik merayakan hari kasih sayang, atau Hari Valentine. Hari yang diisi dengan ungkapan rasa kasih kepada orang terdekat atau orang yang kita cintai.
Namun, tak terlepas dari itu, ada beberapa peristiwa mengerikan yang terjadi pada tanggal yang sama. Misalnya, pada 14 Februari 2018, seorang pemuda berusia 19 tahun membunuh belasan orang di sebuah sekolah Marjory Stoneman Douglas didi Parkland, Florida, AS. Insiden ini menyebabkan trauma yang luar biasa bagi keluarga korban dan komunitas setempat.
Selain menewaskan 17 orang, pemuda tersebut juga melukai puluhan orang lainnya. Pelaku penembakan tersebut menggunakan senapan semi-otomatis dan banyak orang memperdebatkan tentang perlunya undang-undang senjata api yang lebih ketat di Amerika Serikat setelah kejadian itu.
Peristiwa berdarah itu dianggap sebagai salah satu dari insiden kekerasan senjata api paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat. Pasca peristiwa tersebut, banyak gerakan keamanan senjata dilakukan oleh kelompok aktivis di Amerika Serikat untuk memperketat undang-undang senjata api di negara tersebut.
Selain itu, pada 14 Februari 2019 atau setahun setelahnya, sebuah serangan bom terjadi di Pulwama, Kashmir, India, yang menewaskan puluhan tentara India. Serangan ini memicu ketegangan antara India dan Pakistan.
Serangan itu terjadi ketika konvoi militer India sedang dalam perjalanan menuju Srinagar, ibu kota negara bagian Jammu dan Kashmir. Serangan tersebut dilakukan oleh kelompok militan Jaish-e-Mohammed, dan menewaskan 40 anggota militer India.
Serangan tersebut memicu ketegangan antara India dan Pakistan, yang telah lama bersengketa atas wilayah Kashmir. India menuduh bahwa kelompok militan Jaish-e-Mohammed didukung oleh pemerintah Pakistan, sementara Pakistan membantah tuduhan tersebut.
Kedua negara mengambil tindakan keras satu sama lain setelah serangan tersebut, dan situasi di wilayah Kashmir tetap tegang hingga saat ini.
Serangan tersebut merupakan salah satu insiden kekerasan yang paling mematikan di wilayah Kashmir dalam beberapa tahun terakhir, dan menunjukkan kompleksitas dari konflik yang belum terselesaikan antara India dan Pakistan atas wilayah tersebut.
Baca Juga: Mengapa Cokelat Identik dengan Hari Valentine? Ini Sejarahnya
Namun, meskipun ada insiden kekerasan dan tragedi di masa lalu yang terjadi pada atau sekitar Hari Valentine, kita harus tetap menghargai arti dan makna yang positif dari perayaan ini, yaitu untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang pada orang yang kita sayangi.
Sejatinya, kita harus berusaha untuk membuat Hari Valentine menjadi waktu yang indah dan positif untuk merayakan cinta dan kasih sayang dengan cara yang aman, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Siapa Jean Mota? Gelandang Incaran Persija yang Pernah Main Bareng Messi dan Suarez
-
Sinopsis Jangan Seperti Bapak, Film Aksi-Drama Zee Asadel yang Penuh Dendam
-
4 Sheet Mask Yuja, Berikan Efek Cerah dan Segar pada Kulit Kusam dan Lelah
-
86% Orang Indonesia Yakin 2026 Jadi Tahun Paling Sehat? Ini Rahasianya!
-
Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!
-
Rumor Panas! Mantan Rekan Lionel Messi Gabung Persija Jakarta?
-
Maaf, Pintu Tertutup untuk Ragnar Oratmangoen
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
FPI Khawatirkan dan Pertanyakan Iuran Board of Peace
-
Omara Esteghlal Geram Prilly Diserang Sendirian, Brand Diuntungkan Tapi Artis Dikorbankan