Poptren.suara.com - Besok, Kamis (16/2/2023), ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) resmi dibuka untuk umum. Acara tersebut akan berlangsung hingga, Minggu (26/2). Menariknya, salah satu mobil yang diklaim buatan dalam negeri, Esemka, bakal nongol di ajang tersebut dengan menghadirkan beberapa model sekaligus.
Kehadirannya tentu membuat penasaran dan akan menjadi jawaban pertanyaan masyarakat terkait eksistensi mobil ini di tanah air.
Maklum saja Esemka memang merupakan merek yang banyak mendapat perhatian masyarakat. Pasalnya selain sempat menjadi kendaraan politik, mobil ini juga diketahui dimiliki para pejabat dalam negeri.
Dalam keterangannya di akun instagram @esemkaindonesia, deretan produk Esemka bisa ditemui di Hall A nomor A3. yang kian membuat kabar ini semakin menarik adalah bahwa salah satu model yang akan dipamerkan adalah mobil listrik, yakni Esemka Bima EV, yang merupakan hasil pengembangan terbaru jenama tersebut.
Munculnya BIma EV ke ruang publik di IIMS 2023 dan bakal dilego sebagai kendaraan listrik komersial tentunya memiliki penilaian tersendiri. Pasalnya saat infrastruktur kendaraan listrik masih dipertanyakan oleh masyarakat.
Lantas, apakah peluncuran mobil ini ada kaitannya dengan Pemili 2024 yang sebentar lagi akan digelar? Sepertinya untuk mendapat jawaban yang konkret, masih butuh waktu.
Tampilan yang umum
Secara fisik, melalui selubung yang tersebar di media sosial Esemka, sudah dapat diterka bahwa mobil ini memiliki tampang layaknya mobil komersial pada umumnya.
Belum ada informasi lebih detail terkait model tersebut. Meski demikian kehadirannya telah menunjukkan kemampuan mereka dalam mengembangkan kendaraan khususnya yang berteknologi listrik.
Baca Juga: Dibuka Besok, Deretan Motor dan Sepeda Listrik Indomobil Bakal Tampil di IIMS 2023
Jika melihat ke belakang soal sejarah mobil Nasional ini, Esemka merupakan hasil karya siswa jurusan otomotif dari SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Negeri 1 Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Yang kemudian produk tersebut muali dikembangkan pada 2007.
Mobil ini kemudian menjadi sorotan, setelah Joko Widodo--saat itu menjabat sebagai Walikota Solo--berencana untuk menjadikannya sebagai kendaraan dinas. Sayangnya keinginan tersebut terkendala karena surat serta perizinan belum diterbitkan.
Sempat hilang kabar, Saat menjadi Presiden kemudian Jokowi meresmikan pabrik Esemka pada September 2019 di Boyolali, Jawa Tengah. Tak tanggung-tanggung, kapasitas produksi dari pabrik mencapai 18.000 per tahun.
Hasil produksinya pun sudah layak digunakan, salah satunya oleh beberapa instansi termasuk TNI AU yang membeli 35 unit. Kendaraan pun dimanfaatkan untuk keperluan mobilitas di beberapa bandara Tanah Air.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional