/
Jum'at, 03 Maret 2023 | 14:02 WIB
Ilustrasi vitamin (Freepik)

Poptren.suara.com - Vitamin C diperlukan manusia untuk membantu menjaga daya tahan tubuh sekaligus memberikan fungsi antioksidan juga memproduksi kolagen. Laman Bustle menuliskan tubuh tidak dapat memproduksi vitamin C karena termasuk vitamin esensial. Jadi seseorang perlu mengonsumsi makanan atau suplemen tambahan untuk memenuhi asupan tersebut.

Perlu diingat bahwa ada takaran vitamin C yang dibutuhkan tubuh. Mengapa ada takaran ? Agar tubuh tidak kelebihan vitamin C yang tentunya berefek pada tubuh. Apa saja efek yang di dapat tubuh jika kadar vitamin C berlebih ? Dikutip dari beberapa laman kesehatan, efek yang di dapat ialah vitamin C larut seperti air. Artinya, vitamin C tidak seperti vitamin lain yang larut dalam lemak sehingga dapat disimpan dalam tubuh.

Ketika sudah mendapatkan manfaat vitamin yang dibutuhkan, tubuh akan mengeluarkan sisa lebih vitamin C melalui buang air kecil. Vitamin C dalam dosis tinggi cenderung tidak memberikan manfaat tambahan pada tubuh, tapi justru menjadi racun karena tidak dapat tersimpan dalam tubuh.

Tidak hanya itu, takaran vitamin C disarankan sebanyak 75 mg dalam sehari. Hal itu bisa didapatkan melalui makanan yang dikonsumsi maupun melalui suplemen tambahan. Takaran maksimal vitamin C yang dapat diterima oleh tubuh orang dewasa adalah 2,000 mg, dimana jumlah tersebut adalah jumlah maksimal yang tidak menimbulkan risiko atau efek lainnya.

Bagaimana caranya seseorang mendapatkan dosis vitamin C hingga mencapai 2,000 mg ? Salah satu caranya konsumsi suplemen tambahan imun atau vitamin manis yang bisa dikunyah. Tapi perlu diingat, dosis vitamin C yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan masalah perut.

Kadar vitamin C yang terlalu tinggi akan sebabkan gangguan pencernaan. Selain itu, beberapa ahli juga menunjukkan kalau ada hubungan antara vitamin C dan bentuk batu ginjal. Bahkan salah satu penelitian menemukan kalau vitamin C dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko batu ginjal pada laki-laki sebanyak dua kali lipat.

Penelitian lainnya mengungkapkan tidak ada hubungannya vitamin C dan batu ginjal pada perempuan. Para ahli berpendapat bahwa kebanyakan batu ginjal disebabkan oleh calcium oxalate, dan menyebabkan munculnya anggapan kalau oxalate dalam vitamin C dapat menyebabkan batu ginjal.

Padahal, oxalate bisa saja berasal dari sukrosa. Para dokter mengingatkan oxalate yang dihasilkan dari vitamin C boleh jadi sebenarnya berasal dari sukrosa dan zat aditif lain dalam suplemen. Lalu vitamin C yang bagaimana yang aman untuk tubuh ? Orang-orang yang mendapatkan asupan vitamin C dari sumber yang sehat akan mendapatkan dosis yang tepat untuk tubuhnya.

Sumber sehat yang dimaksud ialah buah dan sayuran seperti citrus, tomat, buah berry, dan sayuran hijau. Apakah boleh mengonsumsi vitamin C yang berasal dari suplemen ? Boleh. Bahkan para dokter menganjurkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin tambahan jika santapan makanan sehat kurang dari yang seharusnya. Karena jika kurang,tubuh tidak mendapatkan dosis vitamin C yang cukup.

Baca Juga: Perhatikan dan Catat, Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D

Load More