Poptren.suara.com - Seiring dengan perkembangan zaman dan gaya hidup modern, banyak pria yang memilih untuk mengenakan celana ketat sebagai fashion statement atau untuk aktivitas olahraga.
Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan celana ketat dalam jangka panjang dapat berdampak negatif pada kesuburan pria.
Salah satu faktor yang mempengaruhi kesuburan pria adalah suhu testis yang ideal. Suhu yang terlalu tinggi dapat mengurangi produksi sperma dan memengaruhi kualitas sperma.
Celana ketat dapat meningkatkan suhu testis, terutama jika dipakai dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat mengurangi jumlah sperma dan motilitas (gerakan) sperma, yang dapat menghambat kemampuan pria untuk memiliki anak.
Selain itu, penggunaan celana ketat yang terlalu ketat juga dapat mengurangi sirkulasi darah di area genital. Hal ini dapat memengaruhi aliran darah ke testis dan mempengaruhi produksi sperma. Selain itu, celana ketat dapat memengaruhi kadar hormon pada pria, terutama jika dipakai dalam jangka waktu yang lama.
Namun, tidak semua pria yang mengenakan celana ketat akan mengalami masalah kesuburan. Beberapa faktor seperti suhu lingkungan dan durasi penggunaan celana ketat juga dapat memengaruhi risiko terjadinya masalah kesuburan.
Selain itu, ada juga beberapa cara untuk mengurangi risiko terjadinya masalah kesuburan akibat penggunaan celana ketat, seperti mengenakan celana ketat yang ukurannya pas, tidak memakainya dalam jangka waktu yang lama, dan memilih bahan yang dapat menyerap keringat dengan baik.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengenakan celana ketat dalam jangka panjang, pria sebaiknya mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesuburan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Jika pria mengalami masalah kesuburan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Baca Juga: Tak Perlu Insecure, Ini Posisi Seks untuk Pria yang Miliki Mr P Kecil
Baru-baru ini, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Human Reproduction--seperti diulas Andromedi--mengklarifikasi kebenaran hubungan salah satu faktor, yakni kesalahan menggunakan pakaian dalam.
Dalam penelitian ini, 656 pria yang mencari pengobatan infertilitas dari tahun 2000 hingga 2017 yang kemudian diteliti.
Terbukti bahwa pasien yang tidak mengenakan pakaian dalam ketat memiliki konsentrasi sperma yang lebih tinggi (25%), jumlah sperma yang lebih tinggi (17%), dan tingkat FSH yang lebih rendah (14%) dibandingkan dengan mereka yang mengenakan pakaian dalam ketat.
Faktor-faktor ini merupakan parameter yang menunjukkan integritas fungsi testis terkait produksi dan pematangan sperma.
Penelitian ini kemudian membuktikan bahwa mengenakan celana dalam yang ketat dapat memodifikasi, sampai batas tertentu, produksi sperma dan, secara potensial, kesuburan. Proses yang memungkinkan pembentukan dan pematangan sperma normal dikenal sebagai spermatogenesis.
FSH adalah hormon yang, di antara fungsi-fungsi lainnya, memungkinkan kita untuk menentukan apakah spermatogenesis berjalan dengan lancar. Mengikuti temuan ini, dihipotesiskan bahwa kerusakan jaringan testis yang disebabkan oleh pakaian dalam yang ketat meningkatkan hormon ini sebagai mekanisme kompensasi.
Berita Terkait
-
Hey Para Cowok! Keseringan Main HP Ternyata Bisa Memengaruhi Kesuburan Kamu Loh..
-
Anya Geraldine Penasaran Efek Sperma Muncrat ke Muka, Mama-mama NTT Ngomel Masuk Sekolah Jam 5 Pagi
-
Telan Sperma Bisa Bikin Awet Muda? Begini Kata Seksolog Zoya Amirin
-
Anya Geraldine Penasaran Efek Sperma Muncrat di Muka, Dokter Boyke Bilang Bikin Awet Muda
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional