Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:45 WIB
Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia Futsal 2026. (Instagram/@timnasfutsal)
Baca 10 detik
  • Iran, unggulan utama, akan menghadapi Indonesia di final Piala Asia Futsal 2026 Jakarta pada Sabtu, 06 Februari 2026.
  • Iran memiliki tradisi juara dengan koleksi 13 gelar Piala Asia Futsal sejak tahun 1999 hingga 2024.
  • Skuad Iran menunjukkan performa dominan dengan lini serang tajam yang dipimpin Hossein Tayyebi menuju partai final.

Suara.com - Iran tampil dengan skuad super kuat jelang menghadapi Timnas Futsal Indonesia pada final Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (06/02/2026).

Dilihat dari sudut pandang manapun, Iran memang jauh lebih diunggulkan berkat tradisi juara yang sangat kental di turnamen ini.

Tim asuhan Vahid Shamsaei tercatat telah mengoleksi 13 gelar juara Piala Asia Futsal sejak 1999 hingga 2024.

Dominasi tersebut membuat Iran selalu menjadi tolok ukur kekuatan futsal Asia dalam dua dekade terakhir.

Sebaliknya, Timnas Futsal Indonesia belum pernah merasakan gelar juara dan baru kali ini menembus partai final.

Meski demikian, anak asuh Hector Souto sudah mencetak sejarah besar bagi futsal nasional.

Pemain Timnas futsal Iran, Behrooz Azimihematabadi (kanan), melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas futsal Irak pada semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Antara/Asprilla Dwi)

Namun, seperti ditegaskan Souto, hanya tim juara yang akan selalu dikenang dalam sejarah.

Rekam jejak Iran menuju final Piala Asia Futsal 2026 benar-benar mencerminkan kegilaan performa mereka.

Pada fase grup, Iran menyapu bersih kemenangan atas Afghanistan, Arab Saudi, dan Malaysia.

Baca Juga: Tangan Dingin Hector Souto Bawa Timnas Futsal Indonesia Juara Asia Futsal 2026?

Mereka membukukan 11 gol dan hanya kebobolan tiga kali, menunjukkan keseimbangan antara serangan dan pertahanan.

Di perempat final, Uzbekistan berhasil ditundukkan dengan skor meyakinkan 7-4.

Sementara di semifinal, Iran mengakhiri perlawanan Irak lewat kemenangan 4-2.

Kekuatan utama Iran terletak pada lini serang yang sangat tajam dan agresif.

Hossein Tayyebi menjadi motor utama dengan koleksi lima gol sepanjang turnamen.

Pengalamannya sebagai mantan top scorer dan pemain klub Eropa membuatnya sulit dihentikan.

Load More