Poptren.suara.com - Sejak pandemi Covid 19, pemerintah menetapkan sejumlah peraturan untuk masyarakat Indonesia, salah satunya PPKM. Di tahun 2023 ini, aturan PPKM telah dicabut, yang membuat aktifitas masyarakat di luar rumah berangsur kembali berjalan seperti sebelum pandemi. Dicabutnya aturan PPKM seolah memberikan pilihan kepada masyarakat ingin tetap memakai masker ketika beraktifitas diluar rumah, atau beraktifitas tanpa masker.
Meskipun aturan PPKM dicabut, namun masih ada imbauan untuk tetap memakai masker karena seperti yang sudah diketahui penularan virus Covid 19 sangat cepat dan penularannya bisa melalui udara, bahkan benda mati. Dr. Tri Kusumo Bawono menuturkan dengan sama-sama pakai masker, resiko penularan berkurang hingga 90 persen. Persentase tersebut jika masker yang digunakan adalah masker biasa. Jika masker yang digunakan masker medis, resiko tidak tertular bisa mencapai 100 persen.
Penularan Covid 19 juga bisa melalui benda mati. Seringkali tanpa disadari ketika berada di suatu tempat, kita memegang benda yang bisa saja terpapar Covid 19. Ada pula seseorang yang pakai masker, namun maskernya dilepas ketika bersin karena takut maskernya basah. Padahal bisa saja ketika ia bersin, ia justru menularkan virus Covid tersebut. Covid 19 seperti yang sudah diketahui, gejalanya ada yang ringan, bahkan berat.
Andaikan masyarakat Indonesia tetap konsisten dan disiplin memakai masker, maka resiko terpapar atau tertular lebih kecil. Tidak hanya itu, selain terhindar dari paparan Covid 19, memakai masker juga bisa terhindar dari virus lainnya. Selain memakai masker, masayarakat juga diimba untuk rajin cuci tangan sesuai dengan yang dianjurkan.
Ada yang masih ingat anjuran 5 M ? Yaitu, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Aturan tersebut yang setelah diikuti, ternyata tidak hanya mengurangi resiko penularan Covid 19, tapi juga terhindar dari penularan penyakit tipes, batuk pilek dan penyakit menular lainnya. Hal tersebut tercipta karena orang-orang rajin cuci tangan.
Bahkan sampai sekarang, setelah bersalaman, orang-orang menggunakan hand sanitizer, baik yang berbentuk gel atau cair. Selain itu, masih cukup sering dijumpai orang-orang yang menyemprotkan cairan disinfektan ke tempat duduk, pegangan eskalator, tombol lift, hingga gagang pintu. Hal itu dikarenakan masyarakat Indonesia masih berfikir bahwa penularan Covid 19 bisa mengenai seluruh badan, dan bisa berasal dari benda mati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan