Poptren.suara.com - "Borok" Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana Wijayanto dibongkar akun media sosial twitter @partaisocmed. Pejabat daerah tersebut diketahui hobi memamerkan kekayaan di duna maya.
Reihana diketahui memakai berbagai barang-barang branded dengan harga yang fantastis. Hal tersebut Terlihat beberapa kali dalam akun media sosialnya.
Admin akun Twitter @PartaiSocmed, yang biasa disebut ketum oleh para pengukitnya, baru-baru ini membagikan tangkapan layar Reihana yang tengah menenteng tas mewah. Dalam cuitannya itu, terlihat Reihana menenteng tas Hermes Birkin berwarna merah.
“Kembali ke Lampung. Pejabat silih berganti, ada yg pensiun ada yg ketangkep KPK, tapi Reihana Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tetap bertahan hampir 14 tahun tak tergantikan,” tulis akun @PartaiSocmed, Minggu (16/4).
Sementara itu, dalam tangkapan lainnya juga memperlihatkan harga second tas berwarna merah yang ditenteng Reihana. Diketahui, harga second tas Hermes Birkin 40 Togo Rouge Tomate itu mencapai 9.980 Euro atau setara dengan Rp 163,7 juta.
“Mana harga second tas Hermes Birkin-nya saja hampir 200 juta, belum baju LV-nya!” lanjut akun tersebut.
Tidak hanya itu, dalam kolom balasan, terdapat juga akun @Wisanggeni yang mengunggah koleksi tas milik Reihana. Berikut beberapa koleksi tas milik Reihana.
Tas Louis Vuitton Petite Malle Souple yang dijual seharga USD 3.200 atau setara dengan Rp 47,3.
Tas Dior- Lady Dior yang dijual sekitar Rp 41,3 juta.
Tas Dior yang dikenakannya tersebut juga disertai Dior Mini Book Tote plus Strap yang dijual sekitar Rp 19 juta.
Itu dia beberapa kumpulan barang mewah yang dimiliki sosok Kepala Dinas Provinsi Lampung, Reihana Wijayanto. Sosok Reihana ini juga menjadi penambah pejabat yang disebutkan memiliki gaya hidup mewah.
Baca Juga: Hasil Timnas Indonesia U-22 vs Lebanon: Garuda Muda Menang 1-0, Beckham Putra Cetak Gol Tunggal
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru