Poptren.suara.com - Gusti Ayu Made Rai merupakan putri dari seorang Raja Pemecutan di Bali. Ia juga dikenal dengan nama Raden Ayu Siti Khodijah setelah menikah dengan Raja Bangkalan Madura, pangeran Cakraningrat IV.
Ketika remaja, Gusti Ayu Made Rai menderita sebuah penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Sebagai seorang ayah, Raja Pemecutan berusaha keras untuk menyembuhkan putri kesayangannya itu.
Berbagai cara dilakukan untuk kesembuhan Gusti Ayu, namun tak kunjung berhasil jua. Akhirnya sang raja membuat sebuah sayembara, yang berisi siapapun yang dapat menyembuhkan putrinya, jika perempuan akan diangkat menjadi anak. Jika laki-laki akan dinikahkan dengan putrinya.
Kabar tentang sayembara tersebut, sampai kepada seorang ulama di Yogyakarta, yang mempunyai seorang anak didik yang merupakan Raja di Madura, yang bernama Pangeran Cakraningrat IV. Ulama tersebut meminta Pangeran Cakraningrat IV untuk mengikuti sayembara tersebut. Pangeran ini berhasil menyembuhkan sang putri, ia pun diboyong ke Madura.
Sebelum menikah, Raden Ayu Pemecutan berpindah keyakinan menjadi Islam, mengikuti agama Pangeran Cakraningrat IV. Setelah menjadi mualaf sang putri bergelar Raden Ayu Siti Khotijah. Kemudian sang putri diboyong ke Madura oleh sang pangeran. Suatu ketika Raden Ayu Siti Khodijah pulang ke Bali dan Pangeran Cakraningrat IV memberikan bekal berupa guci, keris dan sebuah pusaka berbentuk tusuk konde yang diselipkan di rambut sang putri.
Di Bali, suatu waktu Raden Ayu Siti Khodijah menunaikan ibadah shalat di Merajan Puri dengan menggunakan mukena. Ketika itu salah seorang Patih di Puri melihat hal tersebut. Para patih dan pengawal kerajaan tidak menyadari bahwa Raden Ayu Siti Khodijah telah memeluk islam dan sedang melakukan ibadah sholat. Mereka menyangka sang putri melakukan ritual ilmu hitam dan melaporkan hal ini ke Raja. Sang Raja yang mendengarkan hal itu menjadi murka lantaran ia tidak megetahui bila putrinya kini mualaf.
Raja yang salah paham memerintahkan patih untuk membunuh sang putri. Sebelum menghembuskan nafas terakhir sang putri berpesan kepada patih agar tidak membunuhnya dengan senjata tajam karena itu tidak akan berhasil, tapi dengan tusuk konde yang diikat dengan daun sirih serta dililitkan dengan benang tiga warna, merah, putih dan hitam (Tri Datu).
Raden Ayu Siti Khodijah juga berwasiat apabila ia meninggal dari badannya keluar asap, berbau busuk ia boleh dikuburkan di sembarang tempat, namun jika wangi semerbak sang putri meminta agar dibuatkan tempat keramat. Setelah hukuman dilakukan tubuhnya mengeluarkan harum semerbak. Patih dan Raja Pemecutan akhirnya menyesal telah membunuh Raden Ayu Siti Khodijah tanpa tahu kebenaran yang sesungguhnya. Kabarnya hingga kini makam sang putri kerap mengeluarkan aroma wangi.
Berita Terkait
-
Long Weekend, Polres Bogor Terapkan Satu Arah di Jalur Puncak
-
Dongkrak Ekonomi Masyarakat Lewat Pengembangan Potensi Desa Wisata Grogol Sleman Melalui Bakti Lingkungan
-
Pemandangan Alamnya Begitu Memesona, Yuk Staycation untuk Menikmati Libur Lebaran di Ubud, Bali
-
3 Aktivitas Self-Healing yang Populer di Bali
-
Sejarah Dan Filosofi Monumen Bajra Sandhi di Denpasar
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera
-
Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!
-
Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas