Poptren.suara.com - Kesemutan adalah sensasi tertusuk-tusuk, terbakar dan mati rasa di bagian tubuh tertentu. Istilah medis untuk kesemutan adalah parestesia. Kesemutan biasanya disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf, terutama pada saraf perifer yang menghubungkan bagian tubuh ke sumsum tulang belakang dan otak.
Dosen Fakultas Kedokteran (FK) UM Surabaya Era Catur Prasetya menjelaskan kesemutan yang berlangsung lama atau berulang-ulang dapat menandakan kondisi yang berbahaya.
Menurut Catur penyebab kesemutan bisa timbul karena aktivitas yang terlalu tegang dan dalam waktu lama. Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh.
Kesemutan di bagian badan sebaiknya tidak dianggap enteng. Meskipun biasanya kesemutan adalah gejala sementara dan tidak berbahaya, tetapi dalam beberapa kasus, kesemutan dapat menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kesemutan perlu diperhatikan:
Penyakit saraf perifer
Kesemutan dapat menjadi tanda adanya gangguan pada saraf perifer, seperti neuropati perifer, yang bisa disebabkan oleh diabetes, cedera saraf, atau kondisi medis lainnya.
Cedera saraf
Trauma atau cedera pada saraf dapat menyebabkan kesemutan pada area yang terkena dan memerlukan perhatian medis.
Hernia cakram tulang belakang
Hernia cakram di tulang belakang bisa menekan saraf dan menyebabkan kesemutan yang menjalar ke bagian tubuh tertentu.
Penyakit vaskular
Masalah sirkulasi darah, seperti pembuluh darah tersumbat atau penyakit arteri perifer, juga dapat menyebabkan kesemutan.
Kekurangan vitamin atau gangguan metabolik
Beberapa kondisi medis seperti kekurangan vitamin B12 atau gangguan metabolik tertentu dapat menyebabkan gangguan saraf dan menghasilkan kesemutan.
Baca Juga: Performa Snapdragon 8 Gen 3 Dibabat Habis A17 Bionic dari Apple. Benarkah?
Jika kesemutan terjadi secara teratur, berlangsung dalam jangka waktu yang lama, atau disertai gejala lain seperti kelemahan otot, kesulitan berjalan, atau gangguan koordinasi, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi dan diagnosis yang tepat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat medis, dan mungkin tes tambahan untuk menentukan penyebab kesemutan dan memberikan penanganan yang sesuai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan