Poptren.suara.com - Dunia digital nampaknya tak selalu mulus dalam menguntungkan banyak pihak. Beberapa diantaranya merasa tersaingi dengan adanya kebebasan dalam bermedia. Terkait hal ini mencuat peraturan ke publik yang disebut Perpres Jurnalisme Berkualitas.
Deddy Corbuzier pun menanggapi serius di akun YouTube Total Politik yang tayang pada 10 Agustus 2023. Dalam podcast itu, host membacakan sejumlah poin dalam Perpres, kemudian Deddy Corbuzier pun menyahuti
"Ending-endingnya mereka mau jurnalisme berkualitas, maka citizen jurnalisme itu harus terkontrol gitu kan?" tanyanya
Host pun menyahut "Ditata", tegasnya pada Deddy kala itu.
"Emang jurnalisme mereka berkualitas? Definisikan dulu jurnalisme berkualitas itu bagaimana. Media konvensional mana yang jurnalismenya berkualitas?" tanya Deddy lagi.
Tambah lagi, Deddy menunjukkan berita-berita yang menurutnya tidak berkualitas tentang dirinya dengan judul berita yang menohok.
Dilansir dari abc.net menjelaskan ada 3 poin penting dalam perpres ini. Hal itu dibeberkan oleh Nezar Patria.
"Yang pertama soal lebih berkaitan dengan kerja sama bisnis yang B to B (business to business), kemudian kedua soal data dan ketiga algoritma [platform digital]," tuturnya kepada wartawan pekan lalu.
Nezar menjelaskan pemerintah mencoba membangun keberlanjutan atau sustainability industri media di tengah disrupsi digital, sehingga kerja sama bisnis menjadi hal yang paling penting antara industri media dan platform digital.
Baca Juga: Once Tak Pernah Datang ke Podcast Deddy Corbuzier, Ahmad Dhani: Mungkin Menurut Dia Nggak Penting...
"Secara umum Perpres Publisher Rights mengatur terkait konten-konten berita yang dihasilkan oleh perusahaan pers. Kemudian platform juga bisa melakukan semacam filtering mana konten yang sifatnya news, mana yang bukan, dan yang news inilah yang dikomersialisasi," jelas Wakil Menkominfo Nezar Patria.
Menyambung dengan hal diatas, Deddy Corbuzier menegaskan ini soal kreativitas
"Jadi sebenarnya ini kan adu kreativitas, yaudah kalau adu kreativitas ya ayo. Kalau bicara algoritma ya kenapa harus resah? Karena kalau adu kreativitas ya mereka kalah dengan content creator
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
6 Ide Menu Sahur yang Praktis untuk Para Jomblo, Setidaknya Bisa Dicoba Ramadan Tahun Ini
-
Koalisi Permanen Pro Pemerintah, Hasto Kristiyanto: Bagi PDIP Permanen itu Bersama Rakyat
-
Wali Kota Agung Bakal Naikkan Honor Ketua RT dan RW di Pekanbaru
-
Imbauan BMKG Kalbar! Waspada Hujan Lebat dan Karhutla 15-21 Februari 2026
-
Belajar Rela saat Takdir Tak Selalu Memihak di Novel L Karya Kristy Nelwan
-
Kembali Ngonten Bareng, Fajar Sadboy Gantian Ludahi Indra Frimawan
-
5 Lip Tint yang Tahan Lama dan Murah untuk Bibir Hitam, Mulai Rp17 Ribuan
-
Peringatan BMKG 16 hingga 24 Februari 2026: Waspada Potensi Banjir Rob di Perairan Kalsel
-
5 HP RAM 8 GB Harga di Bawah 2 Juta: Kamera Jernih, Layar AMOLED
-
7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega