Poptren.suara.com - Nama Codeblu terus disebut lantaran tak tanggung-tanggung saat beri review pedas, termasuk review warung Nyak Kopsah.
Review jujur Codeblu membongkar detail dan mendalam saat mengulas makanan. Bahkan 20 persen warganet gencar menyebut Codeblu sebagai penghancur bisnis orang lain dalam hal ini UMKM.
Dalam hal ini Codeblu tidak ada sama sekali niat untuk menyerang, apalagi sampai menjatuhkan bisnis orang lain.
"Oke nah ini mungkin karena terlalu antusias dan terlalu gue kan orangnya memang begitu caranya," tuturnya dikutip dari YouTube Curhat Bang Denny Sumargo pada Kamis (28/9/2023).
"Sehingga dilihat orang itu kayaknya nyerang. Nggak nyerang sama sekali," imbuhnya.
Ia juga mengakui kalau media sosialnya banyak juga yang menghujat.
"Hujatan 20 persen lah. Intinya hujatan itu: 'Ini kan UMKM. Orang kan bisnis, ya jangan menghancurkan bisnis orang lah'," ujarnya menirukan komentar netizen.
Codeblu membela diri lantaran mengaku berdiri pada sisi costumer. Iasangat tidak setuju kalau disebut penghancur bisnis UMKM.
"Gue nggak setuju. Bisnis itu ada etikanya, kalau bisnis lu sudah tidak benar, yang dirugikan kan bukan lo tapi gue sebagai customer," paparnya.
Baca Juga: Chef Juna Geram Food Vloger Nodai Profesi Chef: Kalian Siapa? Tau Apa?
Ia lantang membela customer dengan menyebut tidak worth it sudah keluarkan uang ratusan ribu rupiah tetapi makanan yang didapat malah sekedarnya.
"Dan berapa banyak customer seperti gue yang tidak tahu, lalu makan bayar 300 ribu, 200 ribu yang cuma dapat sekedarnya gitu," ungkapnya.
"Menurut gue nggak masuk akal," imbuhnya.
Codeblu sampai mencontohkan salah satu produk warung Nyak Kopsah berupa ayam yang harganya selangit tetapi tidak fresh.
"Bro itu ayam bukan ayam fresh, gue kasih tahu elo.Nggak ada ayam yang begitu fresh. Nggak ada" tuturnya.
"Itu ayam yang dimasak berulang-ulang kali. Atau memang ayam itu murah. Konteks ayamnya sendiri terlalu keras untuk dijadikan ayam fresh," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim