Poptren.suara.com - Permainan anak-anak menyeruak usai layar panggung di buka, permainan masa lampau yang menghubungkan secara fisik sesama manusia menjadi pengingat permainan anak jaman dulu lebih sehat ketimbang permainan anak zaman now yang justru menjauhkan yang dekat.
Anak-anak lalu diajak pada adegan di dalam kelas ketika sedang belajar. Guru yang kaku dan kurang inovatif juga pengajaran yang teks book.
Bisa jadi itulah yang membuat anak-anak lebih suka main ketimbang belajar.
Lalu muncul Joker yang diperankan oleh Asyam Aqila Pratisara Nugroho.
Joker menyimbolkan kondisi kekinian yang sebenarnya, bisikannya terkesan jahat tapi memang seperti inilah dunia saat ini.
Joker menawarkan suasana menyenangkan penuh warna, tak kaku dan penuh tawa yang disukai anak-anak, akan tetapi sebenarnya itu adalah jebakan yang tak pernah disadari.
Kemajuan teknologi menjadi ancaman bagi anak-anak, disamping manfaatnya ternyata teknologi punya dampak buruk yang banyak tidak disadari orangtua.
Anak-anak digambarkan bersenang-senang hingga kejang, tapi jiwanya melayang bak gelembung sabun yang terbang di udara.
Pementasan berjudul Post Gen Z dimainkan dengan apik oleh Teater GLAdiactor.
Baca Juga: Virgoun Kepergok Gandeng Kia Poetri Meski Belum Sah Cerai dengan Inara Rusli, Netizen : Nggak Heran
Penonton dibawa menyaksikan betapa ngerinya dampak teknologi bagi anak-anak tanpa pengawasan dan perlindungan orangtua.
Post Gen Z, dipentaskan dalam rangka Festival Teater Anak (FTA) mulai tanggal 25 hingga 30 September 2023 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Festival ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, yang dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan Lembaga Teater Jakarta. Acara ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.
Joker adalah Konsekuansi Zaman
Penulis Naskah sekaligus Sutradara Teater GLAdiactor Herry Wahyu Nugroho mengungkap setiap anak zaman now hidup dalam kepungan arus kemajuan teknologi yang terus mengalir deras tanpa ampun. "Mereka rapuh, labil, sekaligus lugu. Bagaikan kain putih, mereka bisa berubah menjadi warna apa saja yang indah, tapi bisa juga menjadi kotor penuh noda," katanya, Jumat (29/9/2023).
Joker, dijelaskan Herry sebagai sebuah konsekuensi zaman yang juga sebuah pertanyaan yang tak ada jawabnya. "Joker mau tak mau memang harus hadir, disadari atau tidak disadari, disengaja ataupun tidak disengaja, disukai maupun tidak, disukai, Joker akan tetap hadir, sebagai konsekuensi kemajuan zaman. Jadi, ini semua salah siapa?," ucap dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Wali Kota Samarinda Minta Pemprov Kaltim Tunda Redistribusi BPJS 49 Ribu Warga
-
Bahlil Lapor ke Prabowo, Pasokan Minyak Rusia untuk RI Masuk Tahap Akhir
-
Uang Rakyat Kembali! Kejati Lampung Sita Rp7,8 Miliar dari Koruptor Tol Terpeka
-
Ribuan Merek Tekstil Global Ramaikan Indo Intertex 2026 di JIExpo Kemayoran
-
Penampakan Duit Rp11 Miliar yang Disita Kejagung dari Kantor Produser Film Agung Winarno
-
BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil
-
Duel Maut Lawan Beruang: Petani Karet di OKU Luka Parah hingga Dilarikan ke RS
-
Bukan Mencuri, Pengacara Ungkap Fakta di Balik Isu Betrand Peto Ambil Parfum dan Uang Sarwendah
-
Kejagung Sita Uang Tunai dan Emas di Kantor Tersangka TPPU Zarof Ricar
-
Luka yang Tidak Selesai: Membaca Trauma Han Seol-ah dalam Sirens Kiss