/
Sabtu, 30 September 2023 | 20:06 WIB
Pementasan Post Gen Z oleh Teater GLAdiactor di Festival Teater Anak, TIM, Jakarta Pusat, Jumat (29/9/2023) ((Foto:Jeany Pangestuti))

Poptren.suara.com - Permainan anak-anak menyeruak usai layar panggung di buka, permainan masa lampau yang menghubungkan secara fisik sesama manusia menjadi pengingat permainan anak jaman dulu lebih sehat ketimbang permainan anak zaman now yang justru menjauhkan yang dekat.

Anak-anak lalu diajak pada adegan di dalam kelas ketika sedang belajar. Guru yang kaku dan kurang inovatif juga pengajaran yang teks book.

Bisa jadi itulah yang membuat anak-anak lebih suka main ketimbang belajar.

Lalu muncul Joker yang diperankan oleh Asyam Aqila Pratisara Nugroho.

Joker menyimbolkan kondisi kekinian yang sebenarnya, bisikannya terkesan jahat tapi memang seperti inilah dunia saat ini.

Joker menawarkan suasana menyenangkan penuh warna, tak kaku dan penuh tawa yang disukai anak-anak, akan tetapi sebenarnya itu adalah jebakan yang tak pernah disadari.

Kemajuan teknologi menjadi ancaman bagi anak-anak, disamping manfaatnya ternyata teknologi punya dampak buruk yang banyak tidak disadari orangtua.

Anak-anak digambarkan bersenang-senang hingga kejang, tapi jiwanya melayang bak gelembung sabun yang terbang di udara.

Pementasan berjudul Post Gen Z dimainkan dengan apik oleh Teater GLAdiactor.

Baca Juga: Virgoun Kepergok Gandeng Kia Poetri Meski Belum Sah Cerai dengan Inara Rusli, Netizen : Nggak Heran

Penonton dibawa menyaksikan betapa ngerinya dampak teknologi bagi anak-anak tanpa pengawasan dan perlindungan orangtua.

Post Gen Z, dipentaskan dalam rangka Festival Teater Anak (FTA) mulai tanggal 25 hingga 30 September 2023 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. 

Festival ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, yang dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan Lembaga Teater Jakarta. Acara ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. 


Joker adalah Konsekuansi Zaman

Penulis Naskah sekaligus Sutradara Teater GLAdiactor Herry Wahyu Nugroho mengungkap setiap anak zaman now hidup dalam kepungan arus kemajuan teknologi yang terus mengalir deras tanpa ampun. "Mereka rapuh, labil, sekaligus lugu. Bagaikan kain putih, mereka bisa berubah menjadi warna apa saja yang indah, tapi bisa juga menjadi kotor penuh noda," katanya, Jumat (29/9/2023).

Joker, dijelaskan Herry sebagai sebuah konsekuensi zaman yang juga sebuah pertanyaan yang tak ada jawabnya. "Joker mau tak mau memang harus hadir, disadari atau tidak disadari, disengaja ataupun tidak disengaja, disukai maupun tidak, disukai, Joker akan tetap hadir, sebagai konsekuensi kemajuan zaman. Jadi, ini semua salah siapa?," ucap dia.

"Pertunjukan Post Gen Z akan dikemas dengan bentuk drama musikal yang memadukan unsur koreografi, lagu, pantomim, musik perkusi, video mapping, dll. Semua pemain yang terlibat adalah anak-anak yang disokong oleh tim produksi dari generasi muda. Koreografi dikreasikan oleh Asri Mery Sidowati, lulusan S2 jurusan tari di Korea Selatan. Andri “Virgo“ Setiawan, personil grup band reggae Tony Q Rastafara, menggawangi divisi musik," jelas Herry.

Beberapa seniman kawakan juga terlibat dalam proses membimbing adik-adik menuju pementasan ini, sebut saja JokJoker, seniman musik dan pantomim; Iqbal Samudra, Ketua Simpul Interaksi Teater Selatan (Sintesa) Jakarta Selatan; serta beberapa seniman lainnya.

Teater GLAdiactor adalah sanggar seni di bawah naungan GPM Leader Academy bentukan warga perumahan Griya Putra Mandiri. GPM Leader Academy merupakan learning center dan wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan diri, tumbuh, dan berkembang atas dasar kesadaran warga serta tanggung jawab sosial sebagai peran pendampingan, melalui konsep dari, oleh, dan untuk GPM, yang berorientasi pada tercapainya transfer knowledges kepada generasi penerus GPM demi masa depan dan kesejahteraan sosial warga dan masyarakat yang lebih luas. 

Load More