Suara.com - PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) melakukan Joint Development Program dan Grand Launching pengembangan SIM Onlin.
Bertempat di parkir Timur Senayan Jakarta, Minggu (06/12/2015), peluncuran SIM Online POLRI 2015 tersebut merupakan penyempurnaan dari pelaksanaan pelayanan SIM yang sebelumnya telah diterapkan di seluruh SATPAS di Indonesia. Kegiatan ini juga sekaligus menjawab tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang semakin berkualitas, cepat, aman dan nyaman.
Kerjasama antara Bank BRI dan POLRI ini merupakan bentuk persembahan pelayanan terbaik bagi nasabah BRI dan masyarakat secara luas dalam bentuk layanan Integrated Banking Solution. Integrated Banking Solution merupakan layanan perbankan terpadu satu pintu dengan memanfaatkan teknologi perbankan yang maju dengan mengedepankan hardware, software, dan brainware yang mumpuni.
“Tantangan perbankan di masa depan adalah kepemilikan teknologi yang handal. Dalam hal ini, Bank BRI sangat percaya diri dalam memaksimalkan layanan SIM Online. Kami memiliki hardware berupa 3 (tiga) data center yang terintegrasi dan saling mirroring. Di pertengahan 2016 nanti, hardware kami akan semakin lengkap dengan diluncurkannya satelit milik BRI, yakni BRIsat. Untuk software, kami mengimplementasikan digital technology architecture yang mencakup mobile technology, big data, serta seluruh operasional BRI dilakukan secara paperless baik untuk nasabah maupun untuk kepentingan internal. Dan sebagai brainware, kami memiliki tenaga IT yang sangat handal dan professional,” kata Corporate Secretary Bank BRI, Hari Siaga Amijarso dalam keterangan tertulis, Minggu (6/12/2015).
Dengan kapasitas dan kehandalan teknologi yang sudah teruji, Bank BRI membangun sistem yang sanggup mensinkronkan 3 sistem yang berbeda, yakni antara Server Data POLRI dengan Server Data Kementerian Dalam Negeri dalam hal pengelolaan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta Server Data Direktorat Jenderal Anggaran terkait dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui Modul Penerimaan Negara (MPN) Generasi 2 dengan sistem Online, Centralized, dan Integrated.
Dengan sistem online, pembuatan dan perpanjangan SIM dapat dilakukan di SATPAS/Gerai SIM/SIM Keliling di mana saja. Contoh, masyarakat yang memiliki KTP domisili Surabaya bisa melakukan perpanjangan SIM di SATPAS Jakarta). Centralized artinya, data SIM seluruh Indonesia disimpan secara terpusat dalam Server SIM Online yang dikelola oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) POLRI. Dan disebut integrated, karena data SIM Online telah terhubung dengan server data e-KTP di Kementerian Dalam Negeri dan seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pelayanan SIM secara Real Time Online terhubung dengan Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN G2), sehingga seluruh penyetoran PNBP dapat dilaksanakan dengan prinsip 4 T, yaitu Tepat Administrasi, Tepat Jumlah, Tepat Waktu, dan Tepat Rekening, yakni Rekening Kas Negara di Bank Indonesia.
Di sisi lain, program SIM Online ini akan memberikan dampak yang lebih positif bagi masyarakat dan POLRI dalam pengelolaan keuangan. Di antaranya, proses pembuatan SIM menjadi paperless. Pengisian formulir registrasi pembuatan dan perpanjangan SIM dilakukan secara computerized, sehingga masyarakat tidak perlu lagi melakukan pengisian formulir secara hard copy.
Dampak positif lain adalah adanya proses yang lebih terukur, karena program SIM Online ini memberikan kemudahan kepada POLRI untuk melakukan kegiatan Monitoring dan Reporting. Selain itu, adanya layanan yang terdesentralisasi sangat memudahkan pembayaran pengurusan SIM. Layanan pembayaran SIM dapat dilakukan melalui Teller Bank di Unit Kerja Bank BRI di seluruh Indonesia, E-Channel Bank BRI seperti ATM BRI, EDC BRI dan Internet Banking BRI. Saat ini Bank BRI memiliki 10.551 unit kerja, 21.685 ATM BRI, 156.096 EDC BRI dan 1,88 juta pengguna Internet Banking BRI.
Keunggulan lain dari SIM Online POLRI 2015 ini adalah, rekonsiliasi data bisa dilakukan secara dual system. Dulu, ketika masih manual, rekonsiliasi data hanya bisa setiap bulan, dan terdapat potensi selisih akan jumlah rupiah maupun jumlah fisik Kartu SIM-nya. Saat ini, dengan e-Monitoring, rekonsiliasi data dapat dilakukan setiap hari. Pembayarannya yang langsung menuju rekening Kas Negara, meminimalisir adanya potensi selisih yang sebelumnya sering terjadi.
“Sistem ini juga sangat mendukung transparansi dan akuntabilitas layanan SIM yang dilakukan POLRI. Karena dalam sistem ini, biaya pembuatan dan perpanjangan SIM yang telah ditetapkan POLRI tertera dan muncul dalam sistem, sehingga tidak dapat direkayasa atau diubah oleh petugas,” lanjut Hari Siaga.
Hari Siaga meneruskan, bahwa Bank BRI sangat bersemangat untuk ikut serta dalam pelayanan SIM Online ini, karena kerjasama ini sangat sesuai dengan cita-cita dan visi Bank BRI sebagai “The Most Valuable Bank”. “Dalam konteks tersebut, Bank BRI telah memberikan value atau nilainya bagi negara sebagai stakeholder, dengan menjadi fasilitator bagi negara dalam mewujudkan Integrated National Database and system milik pemerintah,” kata Hari Siaga lagi.
“Apa yang kami lakukan adalah bentuk komitmen Bank BRI untuk terus berinovasi. Dan terkait inovasi, baru saja kami menerima penghargaan sebagai Bank of The Year Indonesia 2015 dari Majalah The Banker. Tepatnya tanggal 2 Desember 2015 lalu di London, kami menerima penghargaan dari majalah yang menjadi referensi utama dan sumber data serta analisa bagi insan perbankan dan industri keuangan di dunia itu. Dan inovasi yang kami lakukan menjadi satu faktor penentu keberhasilan merebut penghargaan tersebut, selain hasil kinerja keuangan tentunya,” terang Hari Siaga.
“Pengakuan tersebut tentunya menjadi persembahan yang sangat indah bagi Bank BRI dan seluruh pekerjanya yang telah bekerja keras, yang tanggal 16 Desember 2015 nanti akan memperingati ulang tahunnya yang ke-120,” tutup Hari Siaga.
Berita Terkait
-
4 Tablet SIM Card Murah untuk Kerja dan Hiburan, Internetan Lancar Tanpa Bergantung Wi-Fi
-
Teknologi Biometrik Kemkomdigi Siap Putus Rantai Judi Online dan Mafia Scam Digital
-
Registrasi SIM Biometrik Disalahgunakan, Kemkomdigi Temukan Penjual Aktivasi Pakai Wajah Sendiri
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Wajah Resmi Berlaku, Wamen Komdigi Apresiasi Kesiapan Indosat
-
Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
-
Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda
-
Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi
-
Marc Klok Peringatkan Singapura, Timnas Indonesia Bakal Mengamuk Demi Semifinal Piala AFF 2026
-
Kejagung Geledah Rumah Nurman Herin di Wilayah Bandung, Don Ritto Diperiksa oleh Tim 9
-
KPK: Penyidikan Korupsi CSR BI Satori dan Heri Gunawan Masih Berlanjut!
-
Timnas Indonesia di Ujung Tandung, John Herdman Akui Singapura Ujian Terberat di Piala AFF 2026
-
Belanja Gentlewoman Pakai Kartu BRI Dapat Cashback Rp300 Ribu!
-
Kasus Dokter Viral Komentari Pasien BPJS Berujung Putus Kontrak dengan RS Pusri