Suara.com - Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk lagi-lagi mendapatkan apresiasi atau pengakuan dari media bertaraf internasional. Kali ini BRI terpilih sebagai ‘Best Bank In Indonesia 2016’ dalam ajang pemilihan ‘World’s Best Emerging Markets Banks in Asia Pacific 2016’ yang dilakukan oleh Global Finance. Global Finance merupakan salah satu media terkemuka didunia dengan pembahasan isu-isu di seputar aktivitas keuangan internasional.
“Hingga saat ini, Bank-bank di seluruh dunia masih terus menghadapi berbagai macam tantangan, di antaranya resiko geopolitik, kondisi ekonomi dan pasar yang tidak menentu serta rezim kebijakan yang berubah-ubah. Kami menghormati bank-bank yang unggul dalam menyikapi kebutuhan nasabah, dan menunjukkan komitmen tinggi terhadap pasar di mana mereka beroperasi, terlepas dari kondisi ketidak pastian yang tengah mereka hadapi,” demikian pernyataan dalam press release dari Joseph D Giarraputo, penerbit sekaligus direktur editorial Global Finance.
Media yang berbasis di New York, Amerika Serikat ini melakukan penilaian dengan melibatkan juri yang berlatar belakang sebagai analis industri, eksekutif perusahan dan konsultan perbankan dalam menentukan pemenang tingkat regional dan tingkat domestik di 25 negara kawasan Asia Pasifik. Selain melibatkan juri yang kompeten di bidangnya, Penilaian tersebut juga dilakukan melalui polling untuk memastikan hasil yang lebih akurat dan terpercaya dengan beberapa indicator yang meliputi, tingkat pertumbuhan asset dan laba, hubungan strategis, pelayanan, penawaran yang kompetitif, serta inovasi produk.
Para pemenang dalam ajang pemilihan tersebut akan mendapatkan kehormatan dalam sebuah seremoni penghargaan ‘Global Finance’s World’s Best Banks 2016 Awards Ceremony’, yang akan berlangsung saat pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) atau World Bank pada tanggal 08 Oktober mendatang di The National Press Club, Washington DC, Amerika Serikat.
Sebagai informasi, penilaian ini merupakan bagian dari review tahunan ke 23 yang dilakukan oleh media Global Finance terhadap bank-bank terbaik di seluruh dunia termasuk di emerging markets (Asia Pasifik, Afrika, Asia Pasifik, Eropa Tengah dan Timur, Amerika Latin dan Timur Tengah).
Sementara itu, Corporate Secretary Bank BRI, Hari Siaga mengatakan, hasil penilaian dalam pemilihan ‘World’s Best Emerging Markets Banks in Asia Pacific 2016’ tersebut menunjukkan, bahwa daya saing Bank BRI terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama 5 tahun terakhir ini, kinerja Bank BRI tumbuh sehat dan berkesinambungan, dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) atau rata-rata pertumbuhan tahunan sebanyak double digit di atas 10% sejak tahun 2011.
“Secara umum kinerja Bank BRI dalam kurun waktu 5 tahun yang berakhir di Desember 2015 tersebut dapat digambarkan sebagai berikut, Laba bersih tercatat sebesar Rp. 25,2 triliun, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebanyak 13,7%. Asset berada di posisi Rp. 846,0 triliun, atau tumbuh rata-rata 16,7% per tahun. Dimana lebih dari 85% nya merupakan asset produktif. Kemudian dari sisi funding, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun tumbuh sebesar 14,6% per tahun, dengan posisi terakhir mencapai 642,8 triliun serta rasio Current Account Saving Account (CASA) atau dana murah yang juga terus meningkat. Sementara itu, total kredit yang sudah disalurkan mencapai Rp. 558,4 triliun atau tumbuh rata-rata 18,5% per tahun, dimana kenaikan penyaluran kredit terjadi di semua segmen bisnis,” ungkap Hari Siaga dalam siaran pers, Kamis (31/3/2016).
Lebih lanjut Hari Siaga menuturkan, penghargaan yang diterima oleh BRI bukan kali ini saja. Sepanjang tahun 2015 lalu, Bank BRI telah menerima banyak penghargaan bergengsi. Penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi dari berbagai pihak atas kinerja positif BRI. “Di antaranya, penghargaan bergengsi dari The Asian Banker berupa Best Microfinance Business 2015, The Best Domestic Bank in Indonesia 2015 pada penghargaan Asiamoney Award 2015 serta Bank of The Year 2015 Indonesia dari The Banker London,” pungkas Hari Siaga.
Berita Terkait
-
Review Serial Lucky: Pelarian Berdarah Anya Taylor-Joy dan Misteri 10 Juta Dolar
-
Soal Peluang Harga Pertamax Turun Agustus, Wamen ESDM: Kita Ikuti Harga Pasar!
-
Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II
-
Zero Tolerance to Fraud, BRI Apresiasi Langkah Kepolisian Tangkap DPO Kasus Penipuan
-
Mazda Akhirnya Produksi Mobil di Indonesia, CX-30 Jadi Model Pertama yang Dirakit Lokal
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Beli Sofa melalui TikTok, Warga Pekanbaru Tertipu Rp300 Juta
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Beda dari Bos Agrinas, Menteri Zulhas Akui Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun Akan Dicek BPK
-
Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending
-
Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar
-
4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik 29 Juli 2026, Ada Awal Baru yang Dinanti
-
Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter
-
Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia