Cartoon Club (SECAC) dan Astra Motor menantang para kartunis di penjuru dunia untuk mengkritisi kebijakan lalu lintas di Indonesia. Tantangan itu disampaikan sejak peluncuran lomba kartun internasional bertajuk "Astra Motor International Cartoon Contest 2017" pada Kamis (5/1/2017).
Dewan komisioner lomba, Jitet Koestana mengatakan, lomba kartun mengangkat tema "Transportasi" dengan subtema "Etika Berlalu-lintas". Tema itu diangkat mengingat permasalahan lalu lintas di Indonesia yang kian kompleks. Atas nama panitia, Jitet pun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses transformasi dan akselerasi bidang transportasi secara luas.
"Agar Indonesia menjadi negara yang tertib dan santun dalam berlalu lintas," kata pemegang rekor MURI, kartunis peraih penghargaan internasional terbanyak itu.
Melalui lomba kartun Astra Motor, Jitet mengajak para kartunis di seluruh dunia untuk mengkritisi, mencandai sekaligus memberi masukan kepada para pemangku kepentingan bidang transportasi.
Jitet menyampaikan, peserta lomba bisa mengirimkan maksimal 5 karya, dengan ketentuan: ukuran minimal 1 MB, format JPG dengan resolusi 200-300 dpi. Karya harus berwarna dengan mode RGB.
Karya dikirim melalui email amcartooncontest@gmail.com paling lambat 31 Maret 2017.
Total Hadiah Rp 45 Juta
Astra Motor International Cartoon Contest 2017 akan memperebutkan total hadiah Rp 45 juta. Dengan rincian hadiah 1st Prize Rp 15 juta dan sertifikat, 2nd Prize Rp 9 juta dan sertifikat, 3rd Prize Rp 6 juta dan sertifikat. Lima pemenang harapan (citations) juga akan memeroleh hadiah masing-masing Rp 3 juta. Hadiah dikenai pajak penghasilan 15 persen.
"Hasil lomba akan diumumkan pada 25 April 2017 melalui berbagai media yang ada," kata Jitet.
Baca Juga: Terminal Baru Bandara Husein Sastranegara Telah Beroperasi
Pemerhati Humor Indonesia yang juga Dewan Komisioner lomba, Darminto M Sudarmo mengatakan, lomba dan pameran kartun bertaraf internasional bukan hal yang baru di Indonesia. Pada 1987/1988 Indonesia, tepatnya Kota Semarang pernah menjadi tuan rumah "Candalaga Mancanegara International Cartoon Festival I".
Pada 2016 lalu, Semarang juga menjadi tuan rumah "SECAC International Cartoon Exhibition 2016". Pameran tersebut mampu mengundang antuasiame kartunis dari penjuru dunia. Tercatat, ada sejumlah 340 kartunis dari 64 negara yang berpartisipasi.
"Mengaca dari pengalaman, saya optimistis lomba kartun Astra Motor kali ini bisa lebih sukses," kata Darminto.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence