- Rp 27 triliun dana asing keluar dari RI per 19 Januari 2026.
- Kurs Rupiah merosot 1,53% hingga mendekati level Rp 17.000 per dolar AS.
- Bank Indonesia lakukan intervensi pasar Spot dan NDF guna jaga stabilitas.
Suara.com - Ketidakpastian pasar keuangan global mulai mengguncang pasar domestik di awal tahun 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar (capital outflow) dari investasi portofolio mencapai US$ 1,6 miliar atau setara Rp 27 triliun hingga 19 Januari 2026.
Tekanan aksi jual oleh investor asing ini menjadi pemicu utama pelemahan nilai tukar Rupiah yang kini mulai mendekati level psikologis baru di Rp 17.000 per dolar AS. Berdasarkan data BI, Rupiah telah terkoreksi sebesar 1,53% sejak awal tahun ke posisi Rp 16.945 per dolar AS per 20 Januari kemarin.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa selain faktor ketidakpastian global, pelemahan ini juga dipicu oleh tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri seiring dengan geliat aktivitas ekonomi yang meningkat.
Perry menegaskan bahwa pihaknya telah mengaktifkan langkah stabilisasi melalui intervensi di berbagai lini pasar baik di pasar luar negeri (off-shore) maupun dalam negeri (on-shore/DNDF) dan melakukan intervensi langsung untuk menjaga ketersediaan pasokan dolar, selain memperkuat daya tarik aset domestik agar investor kembali masuk.
"Langkah ini diambil untuk menjaga volatilitas nilai tukar agar tetap konsisten dengan sasaran inflasi kita di rentang 1,5% hingga 3,5%," ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/1).
Meski saat ini sedang tertekan, BI optimis Rupiah akan kembali stabil dan cenderung menguat ke depannya. Keyakinan ini didasarkan pada fundamental ekonomi Indonesia yang masih solid, imbal hasil investasi yang menarik, serta angka inflasi yang tetap terkendali. Penguatan respons kebijakan terus dilakukan sebagai "tameng" untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi nasional dari guncangan global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak
-
BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi
-
MRT Jakarta Fase 2A Tembus 61,8%, Uji Coba HI-Monas Dibidik 2027
-
Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?
-
Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah
-
Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang
-
KPAI Sebut Rumah, Sekolah, dan Ruang Digital Masih Jadi Tempat Rawan bagi Anak
-
Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000
-
Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh
-
Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB