Suara.com - PT Nissan Motor Indonesia (NMI) melanjutkan Datsun Risers Expeditions (DRE) 2 di Cirebon dan sekitarnya. Ekspedisi dilakukan untuk menguji kemampuan, daya tahan dan ketangguhan Datsun GO dan GO+ Panca.
Seperti program DRE di kota lain, tidak hanya sekedar ekspedisi tapi perjalanan ini juga menjelajahi dan mempromosikan kekayaan budaya lokal Indonesia. Sejak pertama kali digelar pada tahun lalu hingga kini, DRE telah menempuh belasan ribu kilometer keliling Indonesia, melewati lebih dari 150 kota tanpa berganti mobil.
Head of Communications NMI Hana Maharani mengatakan, Datsun Risers Expedition bertujuan membuktikan kualitas performa Datsun GO dan GO+ Panca melalui pengalaman berkendara di beberapa rute menantang di Indonesia.
"Dalam ekspedisi ini, risers akan melewati berbagai jalan dengan keadaan yang berbukit, berlubang, rusak dan tidak rata. Namun, dengan torsi mesin yang besar, akselerasi bertenaga dan suspensi yang baik, tantangan tersebut akan dapat dilewati," kkatanya dalam keterangan resminya.
Datsun Risers Expedition 2 diawali dengan Datsun Karnaval di Stadion Bima Cirebon. Menampilkan pameran kesenian lokal dan pertunjukan budaya.
Peserta juga berkunjung ke Keraton Kasepuhan, bertemu dengan Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat dan menyaksikan tarian Bedaya Pakungwati. Mereka kemudian akan singgah di Masjid Agung Cipta Rasa, masjid tertua di Cirebon yang didirikan pada tahun 1480.
Dalam ekspedisi ini, risers juga akan diberikan kesempatan untuk bertemu dua local heroes Cirebon, yaitu Inu Kertapati (36) dan Katura AR (58), yang secara aktif mengangkat budaya Cirebon kepada masyarakat nasional maupun internasional.
Inu adalah putra mendiang Sujana Arja, maestro tari Topeng Cirebon, yang mengikuti jejak ayahnya dalam seni dan tari. Sementara itu, Katura dikenal dengan berbagai usahanya dalam melestarikan Batik Cirebon.
"Kami ingin terus menyediakan akses yang lebih baik lagi bagi para risers untuk mempelajari budaya setempat, sekaligus mengapresiasi para local heroes yang telah berkomitmen melestarikan budaya dan memberdayakan masyarakat," tambah Hana.
DRE 2 telah diselenggarakan di beberapa pulau di Indonesia sejak Agustus 2016 hingga Maret 2017. Program DRE 2 dimulai di Aceh dan akan berakhir di Makassar.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali