Suara.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM memfasilitasi 13 UKM Indonesia untuk mengikuti Asia World Expo 2017, yang berlangsung di Hong Kong, 18-22 Oktober 2017. Berbagai kerajinan tangan unik (handycraft) hasil kreativitas UKM Indonesia turut dipasarkan dalam pameran tersebut.
Kerajinan tangan dan produk handmade Indonesia inipun mendapat apresiasi dari Presiden Asia World Expo 2017, Mr. Cameron Walker, yang sekaligus sebagai tuan rumah. Cameron, yang berkesempatan mengunjungi langsung paviliun Indonesia menyampaikan rasa tertariknya.
"Diapresiasi karena handycraft kita yang terbuat dari tangan, unik bagi mereka. Bagi bangsa Eropa, harga jual kerajinan tangan jauh lebih mahal dari mesin," kata Duta Koperasi Indonesia, sekaligus pendamping para pelaku UKM, Dedi Gumelar, alias Miing, Hong Kong, Minggu (22/10/2017).
Dalam kesempatan perbincangan keduanya, Cameron berharap, Indonesia mampu terus mengembangkan kerajinan tangan unik dan produk handmade-nya. Dia berjanji akan memberikan akses pasar dan kesempatan lebih banyak bagi UKM Indonesia untuk mengikuti pameran-pameran di luar negeri.
"Saya jelaskan kepada dia (Cameron), bahwa kita menarik karena multikultur, sehingga kita kaya dengan kerajinan khas daerah masing-masing," katanya.
Asia World Expo 2017 merupakan pameran terbesar yang dihadiri para pelaku usaha dari berbagai negara. Indonesia mengirimkan 13 pelaku UKM, yang dipimpin Dedi, dan perwakilan dari Deputi bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM.
Dalam pamaren yang berlangsung selama 5 (lima) hari itu, UKM Indonesia memamerkan karya kerajinan tangan yang terbuat dari bahan kayu, perak, anyaman tikar, maupun kerang laut. Para peserta dari negara lain umumnya menampilkan produk pabrikan (industri).
Miing sangat berharap, Kemenkop dan UKM membimbing terus UKM Indonesia, supaya berorientasi ekspor. Caranya dengan memberi pelatihan transaksi ekspor, pembekalan pengetahuan ekspor, atau membuka akses permodalan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
"Pemerintah punya kewajiban untuk meningkatkan kapasitas produksi, membimbing mereka pada orientasi ekspor secara sikap mental, kemudian packaging," ujar Miing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence