- Pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, bersumpah membalas kematian keluarga akibat serangan udara AS dan Israel.
- Khamenei mengancam akan menutup Selat Hormuz dan mengaktifkan front baru jika perang berlanjut.
- Iran menuntut ganti rugi dari AS dan Israel atau akan menghancurkan aset mereka sebagai pembalasan.
Suara.com - Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, akhirnya merilis pernyataan pertama setelah beredar kabar dirinya koma dan mengalami amputasi kaki akibat serangan udara AS–Israel.
Dalam pesan yang dibacakan televisi pemerintah, ia bersumpah akan membalas kematian keluarganya dan mengancam menutup Selat Hormuz.
Pesan panjang itu dibacakan oleh penyiar TV Iran dengan menampilkan foto Khamenei di layar.
“Saya pastikan kita tidak akan menahan diri untuk membalas darah para syuhada,” kata Khamenei seperti dilansir Aljazeera.
“Balasan kami tidak hanya atas gugurnya pemimpin revolusi, tetapi setiap warga yang terbunuh akan menjadi bagian dari berkas pembalasan.”
Khamenei juga menyinggung serangan yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, serta anggota keluarganya dalam serangan udara di awal perang.
Mojtaba menegaskan Iran akan menuntut ganti rugi dari Amerika Serikat dan Israel.
“Jika mereka menolak, kami akan mengambil dari aset mereka sesuai yang kami anggap pantas. Jika tidak bisa, kami akan menghancurkan aset mereka dalam jumlah yang sama,” ujarnya.
Dalam pernyataan tersebut, Khamenei mengancam akan terus menggunakan tuas penutupan Selat Hormuz, jalur utama pengiriman energi dunia.
Baca Juga: Meluruskan Fakta: Benarkah Abu Janda Mengajak Perang dengan Malaysia?
Mojtaba juga mengatakan Iran menyiapkan front baru yang bisa membuat musuh “sangat rentan”.
“Tuas penutupan Selat Hormuz harus terus digunakan. Front lain juga sedang dipelajari dan akan diaktifkan jika perang berlanjut,” katanya.
Pernyataan ini muncul setelah rumor beredar bahwa Khamenei koma dan dirawat di rumah sakit di Teheran.
Sumber anonim mengklaim satu atau dua kakinya diamputasi dan organ dalamnya rusak akibat serangan.
Namun sumber lain di Iran membantah kabar tersebut dan menyebut ia hanya mengalami luka ringan.
Disebutkan Khamenei saat ini berada di lokasi rahasia dengan pengamanan ketat.
Berita Terkait
-
Meluruskan Fakta: Benarkah Abu Janda Mengajak Perang dengan Malaysia?
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Dubai Diguncang Drone Iran! Eks Bos Leeds United Sebut Pemerintah UEA Sensor Ketat
-
Gaji Anggota DPR Dipotong, Menteri dan Stafsus Tak Terima Gaji: Cara Pakistan Atas Krisis Energi
-
DUAAARRRR Bandara Kuwait Hancur Diterjang Bom Drone Iran Saat Eskalasi Perang Timur Tengah Memanas
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Prabowo dan Strategi Merangkul Tokoh Buruh
-
Jusuf Kalla Temui Prabowo di Istana, Datang Bersama Putranya
-
JK Minta Waktu Temui Prabowo, Ungkap Hasil Obrolan 1 Jam di Istana Merdeka
-
Pramono Gertak Perundung Bocah 6 Tahun di Senen: Kalau Dia Pemegang KJP, Kami Tarik!
-
Demo Mahasiswa Jumat Besok, Ini 5 Tuntutan yang Bakal Dibawa di Aksi Bundaran HI
-
Bupati Muara Enim Diduga Perintahkan Anak Buah Suap BPK demi Ubah Hasil Audit
-
Mahasiswa Ancam 'Reformasi Jilid II' dalam 18 Hari, Begini Reaksi Kepala BIN
-
Ekonom Kritik Glorifikasi PSN, Pemerintah Lupa Hitung Risiko Pengangguran Kelas Menengah
-
UMKM Menjerit! Barcode BBM Subsidi Diblokir Tiba-tiba, PDIP Desak Pemerintah Transparan
-
Bukan Mewah, Begini Konsep Upacara 17 Agustus di IKN Menurut Basuki Hadimuljono