Suara.com - OONA, aplikasi mobile inovatif dengan tagline "Free, Rewarding, Fun" resmi hadir di Indonesia. Aplikasi ini menghadirkan cara baru menonton tayangan televisi bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial yang memiliki mobilitas tinggi, selalu ingin terhubung dengan informasi terbaru, terus eksis dalam bersosialisasi digital, dan senantiasa mengandalkan dukungan gawai untuk setiap aktivitas serta produktivitasnya.
Dalam layanannya, OONA menawarkan tayangan TV lokal maupun internasional, serta konten-konten Video-on-Demand (VOD) yang dapat dinikmati penggunanya secara gratis.
"OONA adalah aplikasi mobile inovatif yang menghadirkan pendekatan baru dan didesain efektif untuk mendukung gaya hidup digital. Aplikasi ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama generasi milenial, akan hiburan serta informasi aktual yang dapat diakses di mana pun dan kapan pun secara mudah dan praktis. Selain itu, dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI) juga menjadikan OONA dapat menjawab kebutuhan dunia usaha dalam melakukan promosi secara efektif dan tepat sasaran di era digital. Meskipun baru memasuki tahap awal peluncuran, jumlah pengunduh OONA hingga saat ini hampir menyentuh angka satu juta dan 75 persen di antaranya merupakan pengguna aktif per bulan," ujar Widi Nugroho, Chief Executive Officer Metranet.
Menurut Widi, antusiasme masyarakat dalam menyambut kehadiran OONA tak lepas dari tingginya relevansi antara values, manfaat, serta keunggulan OONA dengan tren kebutuhan dan gaya hidup generasi digital saat ini. Berdasarkan data yang dimiliki OONA, konsumsi generasi Y dan Z terhadap tayangan televisi untuk mendapatkan informasi dan hiburan ternyata masih menduduki posisi teratas, meskipun tren mengakses melalui perangkat TV menunjukkan penurunan. Menariknya, menurunnya tren tersebut dibarengi dengan naiknya tren pemanfaatan internet dalam aktivitas keseharian mereka.
Generasi Y dan Z mengakses internet dengan beragam tujuan, seperti untuk bersosial media, mencari peluang kerja, membaca berita, hingga menonton siaran televisi secara streaming, dan melihat iklan-iklan untuk mencari produk-produk menarik. Dua temuan terakhir tersebut, tentu saja bisa menjadi pertimbangan menarik bagi dunia usaha dalam menggunakan OONA sebagai media untuk berpromosi.
Mengenai perangkat yang digunakan untuk berselancar di dunia maya, penggunaan smartphone dan tablet berada di peringkat pertama, disusul dengan notebook, dan terakhir, komputer desktop. Ini selaras dengan fakta lainnya yang menegaskan bahwa generasi milenial adalah generasi yang praktis dan tidak mau repot.
"Pemahaman kami yang mendalam terhadap dinamika tantangan dan kebutuhan masyarakat adalah kunci dalam menjadikan OONA sebagai solusi gaya hidup dan salah satu penyumbang kontribusi penting dalam pemberdayaan ekosistem ekonomi digital. Kami optimistis, generasi masa kini akan makin menjadikan OONA sebagai enabler menguatnya budaya baru menikmati tayangan televisi dan konten digital pilihan. Sebab, OONA sejatinya adalah salah satu pengalaman seru di masa depan yang sudah dapat dinikmati dari sekarang," tambah Widi.
Pakar pemasaran digital, sekaligus pengamat gaya hidup milenial, Yuswohady, melihat positif kehadiran OONA sebagai solusi gaya hidup yang cerdas bagi kalangan milenial.
"Milenial adalah generasi yang sangat mementingkan pengalaman-pengalaman seru dan impresif yang mampu membuat mereka terpuaskan, termanjakan, dan eksis dalam pergaulan. Mereka seringkali lebih memilih menghabiskan uang untuk membeli pengalaman, ketimbang barang. Saya melihat OONA mampu mengembangkan dan mengoptimalkan kapabilitasnya sebagai platform yang dapat dimanfaatkan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan leisure berkat kemitraannya dengan beragam penyedia layanan gaya hidup seperti restoran, spa dan pusat perawatan tubuh, jasa online untuk kebersihan rumah, hingga hotel. Dengan menjadi pengguna OONA, masyarakat bergaya hidup terkini bisa nonton tv sembari terus produktif dan sambil mendapatkan kesempatan memanjakan diri berkat poin-poin reward yang telah diraihnya," ujar Yuswohady.
Berita Terkait
-
Gadget Neck: Ancaman Nyata di Era Digital, Jangan Sampai Jadi Korban!
-
Itikaf di Era Digital: Antara Ibadah dan Godaan Duniawi saat Ramadan
-
Cara Nonton TV di Laptop dengan atau Tanpa Perangkat Tambahan
-
Banyak yang Belum Tahu, Cara Baru Chatting di WhatsAppa Pakai Video Notes
-
Baru Banget, 4 Cara Baru Berbagi dan Terhubung melalui Messenger
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan