Suara.com - Informa membuka Informa Custom Furniture pertama di Pekanbaru melalui "Grand Opening" di Living World Pekanbaru, Jumat (30/11/2018). Di area seluas lebih dari 450 m2, INFORMA Custom Furniture menghadirkan konsep baru yang merupakan pengembangan produk furnitur untuk dapat memaksimalkan ruangan, dan dibuat khusus sesuai dengan ukuran, gaya, kebutuhan dan anggaran biaya pelanggan.
Bertha Hapsari, Promotion & Advertising Manager Informa menjelaskan “Seiring dengan makin terbatasnya lahan dan tingginya harga hunian, tren interior desain dan arsitektur bangunan di Indonesia juga berkembang cukup dinamis. Maraknya bangunan vertikal, seperti apartemen, dan konsep Small Office Home Office (SOHO) memberikan solusi sekaligus mencerminkan gaya hidup masyarakat urban yang serba praktis dan efisien. Saat ini, Pekanbaru merupakan salah satu kota yang cukup pesat dengan pembangunan dan semakin diminati sebagai tempat untuk investasi hunian”.
Informa Custom Furniture menyediakan beragam desain dan material untuk menciptakan tampilan interior yang selaras untuk keseluruhan ruangan di dalam rumah seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang kerja, kamar tidur, ruang makan, kamar mandi, hingga daun pintu, selaras dengan moto-nya, yaitu "Made to Your Request".
Di Informa Custom Furniture, pelanggan akan didampingi desainer interior profesional untuk mendapatkan desain furnitur yang sesuai dengan ukuran dan kebutuhan melalui beberapa langkah.
Martha Xu, Merchandising Manager Informa menambahkan “Showroom kami di Pekanbaru merupakan yang ke-8 di Indonesia. Sebelumnya, INFORMA Custom Furniture telah dibuka di Living World Alam Sutera Tangerang, Mall Artha Gading Jakarta, Living Plaza Bekasi, Plaza IBCC Bandung, Mal Lenmarc Surabaya, Living Plaza Latanette Makassar, dan Living Plaza Balikpapan yang menawarkan koleksi untuk hunian, industri ataupun bisnis dengan beragam desain dan gaya”.
Memeriahkan pembukaan Informa Custom Furniture di Living World Pekanbaru, pelanggan bisa membawa pulang hadiah berupa berupa branded TV 43”, recliner sofa, dan potongan harga langsung Rp5 juta, dengan melakukan pembelanjaan nominal tertentu hingga 9 Desember 2018.
Berita Terkait
-
Staycation di Artotel Living World Cibubur: Menginap, Hangout, dan Kulineran di Satu Tempat
-
Bukan Cuma Tempat Belanja, Ini Destinasi Seru Buat Kumpul Keluarga dan Komunitas
-
Kasus OTT Pj Walkot Pekanbaru, Total 9 Orang Dicokok KPK
-
Kasus OTT Pj Walkot Risnandar Mahiwa, Sekda Pekanbaru Indra Pomo Ikut Diciduk KPK
-
Pejabat yang Kena OTT KPK Ternyata Pj Walkot Pekanbaru Risnandar Mahiwa, Kasus Apa?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Makin Canggih tapi Jangan Terlalu Percaya, 92 Ribu Serangan Menyamar sebagai Layanan AI
-
Sidang Febrie Adriansyah: Ahli UGM Sebut Trading in Influence Belum Bisa Jadi Pasal Dakwaan
-
Saksi Lihat Kepulan Asap Saat Pesawat Sukhoi Keluar Jalur, Nyaris ke Jalan Raya
-
4 Mesin Cuci Hemat Listrik Terbaik: Watt Kecil, Fitur Canggih
-
Ulasan Novel False Beat, Kisah Manajer Amatir dan Vokalis Band Berwajah Dua
-
Bukan Adegan Film! Aksi Spiderman Lompat dan Hantam Jake Lang Pelaku Pembakar Al Quran
-
Gaji PPPK Guru Bakal Dibayar Pusat, Bagaimana Nasib Nakes?
-
Bongkar Aktor Intelektual Karhutla, DPR Desak Audit Korporasi Pelaku Pembakaran Hutan
-
RAPBN 2027: Defisit Anggaran Turun, Tapi Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 876 Triliun
-
Asap di Udara Kita, Uangnya di Bank Mereka: Hipokrasi Kebakaran Kalimantan