Suara.com - Boost Indonesia dan Boost Malaysia bekerja sama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap) dan MKD (Mitra Karsa Distribusindo) mengumpulkan sumbangan untuk korban tsunami Selat Sunda melalui aplikasi.
Seperti diketahui, bencana tsunami Selat Sunda telah menewaskan lebih dari 400 orang dan ribuan lainnya luka-luka di sepanjang garis pantai Selat Sunda.
Penyerahan Barang Bantuan #BoostPeduli untuk warga sekitar salah satu Posko Pengungsian dilakukan oleh Yakaja Muhainudin Kisti Selaku Regional Operation Head Jabotabek dan WJ, Banten Boost Indonesia.
Kedua penyedia layanan keuangan digital, yang merupakan bagian dari Axiata Digital Service Group (ADS), telah menyiapkan fitur dalam aplikasi mereka masing-masing di mana para penggunanya dapat mendonasikan sumbangan yang akan digunakan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak dari tragedi tersebut.
“Kami selalu bekerja sama pada setiap inisiatif bisnis dan sosial, di mana saat ini akan menyatukan upaya kami untuk tragedi Selat Sunda dengan memulai #BoostPeduli,” kata Joseph Lumban Gaol, CEO Axiata Digital Services Indonesia dalam rilis yang dikirimkan ke Suara.com.
Pengguna Boost Indonesia hanya perlu menggunakan fitur #BoostPeduli yang tercantum di layar utama dalam aplikasi BoostPlay untuk langsung berdonasi. Sebesar 2,5% setiap transaksi yang dilakukan para pengguna aplikasi BoostPlay akan didonasikan ke dalam #BoostPeduli untuk membantu tragedi tsunami Selat Sunda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan