Suara.com - Sebanyak 12 desainer Indonesia akan ikut bagian dalam memperkenalkan karyanya sekaligus mengusung kekayaan kain khas Indonesia di ajang ASC New York Fashion Week di Amerika Serikat, pada 8 September 2019. Salah satu desainer yang ikut terlibat adalah Leny Rafael.
Lewat ajang internasional ini, Leny Rafael ingin batik Indonesia lebih dikenal dunia dan semkain dicintai. Leny pun kemudian memilih untuk berkolaborasi dengan Batik Warisan, yang dikenal memproduksi batik-batik premium.
Batik Warisan yang dikenal memiliki kelas tersendiri karena desain yang indah serta proses pengerjaannya yang rumit, akan dikolaborasikan dengan gaya khas Leny Rafael yang dikenal modern.
"Ini akan menjadi perpaduan cultural dan glamor. Desain dan pekerjaan produknya sendiri oleh Leny Rafael, sedangkan Batik Warisan diambil dari bahannya," kata Fetty Kwartati pemilik Batik Warisan bersama Leny Rafael, ditemui di kawasan Cipinang Cimpedak, Jakarta Timur, baru-baru ini.
Leny Rafael dan Batik Warisan akan mengusung tema "Beyond The Beauty of Hong" yang menggambarkan keindahan tersembunyi dari sosok Burung Hong atau yang lebih dikenal dengan Burung Phoenix.
"Burung Phoenix adalah burung legendaris di zaman dulu. Oleh keluarga Tionghoa dikenal sebagai burung indah dan abadi. jadi perpaduan keindahan dan keabadian yang ingin ditampilkan di Burung Hong itu," jelas Fetty.
"itu juga cerminan sebuah batik, di mana batik diharapkan menjadi abadi selamanya. Dan itu sesuatu yang indah, yang harus dilestarikan serta dipadukan dengan cultural dan glamour," sambung Fetty Kwartati.
Bagi Leny Rafael sendiri, berkolaborasi dengan Batik Warisan adalah sebuah tantangan yang sangat menarik. Karena sebagai seorang desainer, ia harus berkreasi tapi juga dituntut seminimal mungkin dalam memotong-motong kain dari Batik Warisan, sebagai bahan utama karyanya.
"Kesulitannya pasti ada. Karena di satu sisi mau mempertahankan batiknya itu agar tidak hilang, tidak dipotong. Sedangkan yang mendesain kan gimana cara mendesainnya dengan indah, kadang terpaksa menggunting," jelas Lenny Rafael.
Baca Juga: Anggun dan Cantik, 6 Karya Desainer Indonesia Siap Melenggang di New York
"Karena Batik Warisan ini sangat premium, kalau digunting itu sayang banget. Dari psoses pembuatannya sangat lama, nenek-nenek yang bikin. Jadi setelah saya melihat produksi langsung, saya sangat menghargai hasilnya. Jadi kalau saya gunting sedikit apapun, itu saya simpan. Karena ini buat saya sebuah karya yang sangat sulit. Karena satu kain itu pengerjaannya ada yang setahun," lanjut Leny Rafael.
Leny Rafael akan membawa 12 karya dalam bentuk modest muslim di ASC New York Fashion Week. Di mana setiap satu karya membutuhkan dua hingga empat potong kain.
"Persiapan masih 75 persen, karena memang kendala kita nunggu batik yang ready. Tapi sejauh ini masih ok," tutur Leny Rafael.
Leny dan Batik Warisan berharap, lewat karyanya kali ini, bisa membuat batik tetap lestari, berkembang dan berevolusi sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga bisa membuktikan bahwa modernitas bisa bersanding dengan budaya leluhur terdahulu, yaitu, batik.
Berita Terkait
-
Aldi Taher Sujud Syukur Bakal Terbang ke New York Fashion Week, Siap Pamer Batik Lokal
-
Indonesia Bakal Tampil di New York Fashion Week 2025: Ini Rahasia Makeup 'Dewy' yang Bakal Dibawa MUA Tanah Air
-
Grup Desainer Indonesia Now Siap Tampil di Ajang New York Fashion Week, Intip Koleksinya
-
Perjalanan MUA Indonesia, Indah Aini Hingga Bisa Merias Deretan Model di Ajang New York Fashion Week 2023
-
Jatuh Bangun Brand Modest Fashion Lokal Tampil di New York Fashion Week 2024, Desainer Sampai Stres!
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar